Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Madiun, Berebut Jajan Hingga Antre Mendapatkan Koin

 Masyarakat Desa Kedondong, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw dengan cara yang unik.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/SOFYAN ARIF CHANDRA
Masyarakat Desa Kedondong, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun Berebut Jajan Hingga Antre Mendapatkan Koin untuk Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. 

SURYA WIKI, Madiun - Masyarakat Desa Kedondong, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw dengan cara yang unik.

Mereka berkumpul di salah satu rumah warga untuk memperebutkan jajan atau makanan ringan.

Begitu gunungan jajanan dikeluarkan, masyarakat langsung berebut untuk bisa mendapatkan jajanan tersebut.

Walaupun harus berdesakan, mereka nampak antusias dan ceria untuk memperebutkan jajanan tersebut.

Setelah itu, ratusan masyarakat mulai dari anak-anak hingga kakek nenek baris denga tertib serta menggunakan masker untuk bisa mendapatkan uang koin dari sesepuh desa setempat.

Koin tersebut berada di dalam baskom yang sudah dicampur dengan beras kuning dan bunga.

Dibagikan Sesepuh Desa

Sesepuh desa lalu mengambil koin tersebut satu kepalan tangan untuk masing-masing masyarakat yang sudah mengantre.

Masyarakat melihat jajanan dan uang koin tersebut sebagai perwujudan dari berkah datangnya hari Maulid Nabi Muhammad Saw.

Sehingga, semakin banyak dapat jajan maupun koin semakin banyak pula berkah yang didapat.

Berdoa Dan Baca Sholawat

Apalagi, sebelum acara bagi-bagi jajan dan uang koin, para sesepuh desa setempat memang sudah berkumpul di rumah tersebut untuk berdoa serta membaca sholawat kepada nabi seperti sholawat barzanji.

Salah satu warga, Sumini mengatakan dalam bagi-bagi koin tersebut ia mendapatkan Rp 15 ribu.

"Alhamdulillah senang banget ada acara ini untuk menyambut momen bahagia menyambut Maulid Nabi setahun sekali," kata Sumini, Rabu (20/10/2021).

Acara tersebut memang kegiatan rutin tahunan warga setempat.

Bedanya pada tahun-tahun sebelumnya, sebelum Pandemi Covid-19 menyerang, koin tersebut disebarkan dari atas panggung lalu diperebutkan masyarakat.

"Dulu ramai banget karena disebar-sebar gitu, karena tahun ini Pandemi, terus banyak anak-anak juga jadi dibagi satu persatu," lanjutnya.

Setelah acara bagi-bagi jajan dan koin selesai, sesepuh desa masih melanjutkan membaca sholawat nabi hingga selesai.

Setelah itu, mereka akan menutupnya dengan kenduri dan doa bersama dengan suguhan makanan khas desa setempat yang dibungkus dengan daun pisang.

 

(Sofyan Arif Chandra)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved