Petranesian Raih Medali PON XX Papua 2021 Dari Cabang Olahraga Wushu Untuk Jatim

Petranesian (sebutan keluarga besar Universitas Kristen Petra) menjadi salah penyumbang medali emas dan perak pada PON XX Papua 2021.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/HABIBUR ROHMAN
Nicholaus Karanka Adinugroho (prodi Business Management 2019) dan William Ajinata (alumni prodi Creative Tourism 2014) menunjukkan kemampuan wushu mereka di Kampus UK Petra Surabaya, Jumat (8/10/2021). Dua Petranesian (keluarga besar UK Petra) ini menyumbang medali Emas dan Perak cabang Wushu pada Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX. 

SURYA WIKI, Surabaya -  Petranesian (sebutan keluarga besar Universitas Kristen Petra) menjadi salah penyumbang medali emas dan perak pada Pekan Olah raga Nasional (PON) XX Papua dalam cabang Wushu untuk kontingen Jatim.

Mereka adalah Nicholaus Karanka Adinugroho, mahasiswa program studi Business Management dan William Ajinata, alumni program studi Creative Tourism.

Medali emas Wushu disumbangkan dalam kategori Taolu Duilian (berpasangan) putra yaitu duet antara Nicholaus dengan William.

Tentu saja prestasi tersebut membutuhkan usaha dan persiapan yang panjang. Bahkan mereka harus menjalani karantika sejak September 2020.

"Sebenarnya persiapan sudah dilakukan sejak PON 2016 yang lalu. Tetapi latihan intensnya ya sejak September 2020," ujar Wiliam saat ditemui SURYA.co.id di Gedung Q Kampus UK Petra, Jumat (8/10/2021).

"Ini memang program dari KONI Jawa Timur, bersama atlet Jawa Timur lainnya dan pelatih, kami dikumpulkan di asrama agar lebih fokus latihan untuk PON XX kali ini," tambahnya.

Berpasangan dengan seniornya yang juga kebetulan satu almamater di UK Petra, Nicho, panggilan akrabnya merasa sangat senang.

Mereka membawakan duel event dan berhasil meraih point dari juri PON XX Papua sebesar 9,51.

“Kami semacam duel yang masing-masing membawa senjata yaitu Tombak dan Shuang dao. Ada ritme yang harus diikuti, menggunakan koreografi khusus agar seolah-olah seperti duel sungguhan," ungkap Nicho yang belajar Wushu sejak umur 8 tahun itu.

Taolu sendiri merupakan sebuah teknik seni bela diri yang menggunakan teknik tangan, kaki, lompatan, sapuan, melempar, gulat sikap dan gerak kaki serta keseimbangan.

Maka dari itu biasanya yang dilihat oleh juri adalah gerakannya, alat yang digunakan hingga atribut yang digunakan.

Nicho sendiri kini masih menjadi mahasiswa aktif UK Petra angkatan 2019. Prestasi akademiknya pun terbilang cukup baik.

Meski Nicho disibukkan dengan latihannya sebagai atlet namun ia tidak pernah mengulang mata kuliah dan memiliki Indeks Prestasi Komulatif (IPK) sebesar 3,14.

Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UK Petra, Arja Angka.

Ia mengapresiasi prestasi yang telah diukir oleh Nicho dan William untuk Jatim di Ajang PON XX Papua 2021.

"Kami sangat bangga, kakaknya Wiliam mengajak adik tingkatnya (Nicho) untuk berprestasi bersama," ujarnya.

Arja menyebut sebagai bentuk apresiasi pihaknya akan memberikan pembebasan uang SPP selama satu semester.

"Selain itu mahasiswa yang berprestasi di ajang Nasional seperti PON ini, mereka mendapatkan poin Satuan Kredit Kegiatan Kemahasiswaan (SKKK) bakat minat dari UK Petra yang nantinya berhak meraih predikat aktif berprestasi yang akan diberikan saat wisuda," tutupnya.

Tak hanya emas, William juga menyumbangkan medali perak untuk kategori Nan Quan (Tinju Selatan) dan Nan Gun (Tongkat Selatan) dengan point sebesar 9,68 + 9,32.

(Mohammad Zainal Arif)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved