Usia Muda Berpotensi Alami Osteoporosis, Berikut Faktor Resikonya 

Osteoporosis tak hanya menjadi masalah bagi kaum lanjut usia. Kondisi berkurangnya kepadatan tulang hingga menyebabkan tulang menjadi keropos.

Editor: sulvi sofiana
SURYA
ilustrasi gangguan tulang belakang 

SURYA WIKI, Surabaya – Osteoporosis tak hanya menjadi masalah bagi kaum lanjut usia. Kondisi berkurangnya kepadatan tulang hingga menyebabkan tulang menjadi keropos dan mudah patah ini juga berpotensi dialami anak muda.

Pakar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr dr Dwikora Novembri Utomo SpOT(K) mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan tulang sejak usia muda.

Pakar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr dr Dwikora Novembri Utomo SpOT(K)
Pakar Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr dr Dwikora Novembri Utomo SpOT(K) (Dokumen pribadi)

Menurut pakar yang juga bergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi Indonesia (PABOI) itu menjelaskan orang berusia muda juga dapat mengalami osteoporosis bila memiliki faktor risiko.

Factor resiko ini terdiri dari yang tidak dapat dimodifikasi dan yang dapat dimodifikasi.

Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi:

  1. Wanita, disebabkan pada lansia terjadi penurunan kadar hormon estrogen yang berperang dalam pembentukan tulang.
  2. Riwayat keluarga dengan osteoporosis (genetik)
  3. Ras tertentu (Asia dan Kaukasia)

Faktor risiko yang dapat dimodifikasi:

  1. Gaya hidup kurang sehat seperti kurang berolahraga
  2. Merokok
  3. Konsumsi alkohol, kafein, dan soda yang berlebihan
  4. Kekurangan kalsium dan vitamin D

Lebih lanjut, Prof Dwikora, panggilan karibnya menyampaikan bagaimana osteoporosis dapat terjadi pada seseorang. Dimana pada kondisi normal, terdapat keseimbangan antara proses pembentukan tulang dan proses pembongkaran tulang.

Osteoporosis terjadi apabila proses pembongkaran tulang lebih dominan daripada proses pembentukan tulang sehingga kepadatan tulang menjadi berkurang.

“Osteoporosis bisa terjadi pada semua usia meskipun memang osteoporosis lebih sering terjadi pada usia tua dimana proses pembentukan tulang lebih lambat daripada proses pembongkaran tulang,” ungkapnya.

Dengan demikian, sambung Prof Dwikora, penting bagi seseorang untuk mulai “menabung tulang” pada usia muda karena pada usia muda terjadi puncak pembentukan tulang. Dengan nutrisi dan gaya hidup sehat di usia muda, maka kita akan memiliki tulang yang lebih baik untuk mempersiapkan kondisi di hari tua.

“Osteoporosis yang terjadi pada usia tua adalah proses alamiah yang diakibatkan oleh proses penuaan, sehingga sulit untuk mengembalikan kondisi tulang ke keadaan normal. Yang bisa dilakukan adalah memperlambat laju penurunan kepadatan tulang,” tuturnya.

Sementara itu, untuk mencegah osteoporosis agar tidak terjadi lakukan Cukupi-Lakukan-Hindari. Yaitu cukupi kebutuhan kalsium, vitamin D, protein dan mineral lain. Lakukan aktivitas fisik secara rutin, berjemur di bawah sinar matahari pagi, dan deteksi dini apabila memiliki faktor resiko.

Dan hindari kebiasaan buruk seperti merokok, minuman beralkohol, kafein berlebihan, diet ketat

Apabila sudah terjadi osteoporosis, maka tatalaksananya adalah kenali dan atasi penyebab dari osteoporosis yang diderita karena osteoporosis bisa disebabkan oleh banyak faktor dan penyakit.

“Konsumsi obat-obatan untuk mengurangi pembongkaran tulang yang berlebihan seperti bifosfonat dan obati komplikasi osteoporosis yang terjadi, seperti patah tulang,” pungkasnya.

(Sulvi Sofiana)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved