ITS Rancang Lemari Disinfektan UV-C untuk Puskesmas

Tim Pengabdian Masyarakat (Abmas) ITS berhasil merancang bangun produk lemari disinfektan Alat Perlindungan Diri (APD) berbasis sinar Ultraviolet C.

Editor: sulvi sofiana
Humas ITS
Saat lemari disinfektan berbasis UV-C karya Tim Abmas Departemen Desain Interior ITS diuji coba 

SURYA WIKI, Surabaya - Tim Pengabdian Masyarakat (Abmas) Tematik dari Departemen Desain Interior Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil merancang bangun produk lemari disinfektan Alat Perlindungan Diri (APD) berbasis sinar Ultraviolet C (UV-C) untuk puskesmas.

Tim ini terdiri dari gabungan antara lima dosen dan tiga mahasiswa yang kesemuanya berasal dari Departemen Desain Interior ITS.

Kelima dosen tersebut adalah Caesario Ari Budianto, Mahendra Wardhana, Anggra Ayu Rucitra, Okta Putra Setio Ardianto dan Thomas Ari Kristianto.

Tak hanya itu, mahasiswa Departemen Desain Interior yang juga berperan sebagai anggota tim adalah Zahra Ayudhia Pawestri, Ailsashofa Alfadhila, dan Nabila Izzati Jannah.

Sterilkan APD Puskesmas

Ketua tim, Caesario Ari Budianto menjelaskan, saat ini keberadaan perlengkapan APD bagi tenaga kesehatan (nakes) merupakan salah satu faktor terpenting dalam usaha mencegah dan mengendalikan infeksi Covid-19. 

Namun, ketersediaan APD di puskesmas dianggap tidak dapat memenuhi kebutuhan APD, ditambah dengan tidak adanya fasilitas pembersihan APD yang memungkinkannya untuk digunakan kembali.

Dosen yang akrab disapa Rio ini menerangkan, dari permasalahan tersebut timbul ide untuk membuat alat disinfektan APD untuk memanfaatkan APD yang sebenarnya dapat digunakan lebih dari sekali. 

Dengan ini, Rio mengatakan bahwa pemborosan APD dapat dicegah sehingga pemanfaatannya dapat lebih efisien.

“Kemudian dari hasil kajian yang dilakukan kami memilih Puskesmas Jetis di Kabupaten Ponorogo berhak menggunakan lemari disinfektan ini,” ujar Rio kepada SURYA.co.id, Minggu (24/10/2021).

Keunggulan Teknologi UV-C

Sedangkan teknologi UV-C dipilih, menurut Rio, karena sinar UV-C secara alamiah dapat mengurai beberapa macam bakteri dan virus. 

UV-C sendiri sudah dikenal sebagai perantara disinfektan untuk proses sterilisasi alat. 

Namun, pada prosesnya UV-C tidak bisa langsung dipaparkan ke manusia, hanya terbatas pada benda. 

Selain itu, lanjutnya, sifat alami UV-C yang mengubah udara yang disinarinya menjadi Ozon (O3) ini bersifat berbahaya jika terhirup. 

Namun setelah dinonaktifkan, udara yang kaya akan Ozon tersebut akan terpecah kembali menjadi atom hidrogen dalam waktu yang cepat. 

“Dari pertimbangan itu, bisa kami simpulkan bahwa penggunaan UV-C cukup aman serta mudah untuk dikendalikan,” paparnya.

Gunakan Material Kayu

Salah satu anggota tim, Okta Putra Setio Ardianto mengungkapkan, lemari disinfektan ini unik karena dalam pembuatannya juga memperhatikan estetika dan kemudahan penggunaan. 

Lemari ini dirancang dengan material kayu di bagian eksterior agar desainnya tidak kaku seperti produk fabrikasi pada umumnya. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved