Pohon Teh Berusia Seabad Lebih di Kebun Teh Wonosari

Di kompleks perkebunan Teh Wonosari, ada monumen peringatan seabad tanaman teh.

Editor: sulvi sofiana
SURYAMALANG/BENNI INDO
Monumen peringatan seabad tanaman teh. Pohon teh ini ditanam pada 1910 dan masih hidup hingga saat ini. 

SURYA WIKI, Malang -Di kompleks perkebunan Teh Wonosari, ada monumen peringatan seabad tanaman teh.

Dijelaskan oleh Manajer Kebun Wonosari, Khubul Wathoni Ahsani T, Kebun Teh Wonosari awalnya dikembangkan pada 1855 oleh peneliti asal Jerman.

“Saat itu ada penelitian potensi perkebunan oleh orang Jerman di sini pada 1855,” ujarnya.

Dua tahun berikutnya, pada 1875, mencoba ditanami kopi dan kina oleh perusahaan Belanda bernama NV Cultuur Maathappy.

“GM Verhey sebagai direktur yang pertama, kemudian 1885, GM Verhey meninggal, digantikan istrinya Carlota Teodora,” ujar Ahsani.

Pada 1910, Direktur Cornelis anak dari pasangan Verhey dan Teodora melanjutkan bisnis perkebunan dengan menanam teh untuk pertama kalinya. Itulah momen pertama kali kawasan kebun ditanami teh.

Taman teh yang ditanam oleh Cornelis itu masih bisa ditemui saat ini. Oleh sebab itu, dibuatkan monumen untuk peringatan seabad tanaman tersebut pada 2012 lalu yang ditandatangani oleh Direktur Utama Irwan Basri.

“Jadi kalau 2021 ini, usia pohon tehnya 111 tahun. Pohon teh itu tingginya sekitar 4 meter,” terangnya.

Dua tahun setelah penanaman teh, Pabrik Teh Wonosari dibangun pada 1912. Berikutnya sempat terjadi kebakaran yang menghabiskan beberapa lahan kebun teh.

Kemudian pada 1926 pengelolaan dilakukan oleh pihak lain, namun tetap memproduksi teh.

Saat Jepang datang ke Indonesia, tanaman teh sempat diubah menjadi singkong dan kentang. Namun kondisi itu tidak lama karena Jepang kalah dalam Perang Pasifik melawan Amerika Serikat.

Setelah Indonesia merdeka, Kebun Teh Wonosari dinasionalisasikan dan dikelola oleh negara. Di era ini, tanaman teh kembali ditanam dan diproduksi hingga saat ini.

“Jadi ini adalah kawasan yang memiliki potensi heritage,” tegas Ahsani.

Kini, kapasitas pabrik bisa menghasilkan 24 ton teh per hari. Bahkan bisa lebih jika permintaan sedang tinggi. Pabrik Teh Wonosari juga melayani permintaan ekspor ke sejumlah negara di Eropa, terutama untuk komoditas teh hitam atau black tea.

Di monumen peringatan seabad tanaman teh itu, pohon teh dibiarkan meninggi. Ahsan menjelaskan, bahwa tanaman teh bisa meninggi dan pohonnya juga besar. Namun karena untuk kepentingan pertanian seperti panen dan pemeliharaan, maka tanaman teh dibuat pendek. 

(Benni Indo)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved