Surabaya Raih Penghargaan Udara Terbersih se-Asia Tenggara, Begini Terobosannya

Kota Surabaya berhasil meraih penghargaan ASEAN Environtmentally Sustainable City (ESC) kategori Udara Terbersih Kota Besar.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY
Surabaya diakui sebagai kota yang memiliki udara terbersih se-ASEAN atau Asia Tenggara. 

SURYA WIKI, Surabaya - Kota Surabaya berhasil meraih penghargaan ASEAN Environtmentally Sustainable City (ESC) kategori Udara Terbersih Kota Besar. Dengan penghargaan ini, Surabaya diakui sebagai kota yang memiliki udara terbersih se-ASEAN atau Asia Tenggara. 

Penghargaan ini diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam acara yang bertajuk “The 5 ASEAN ESC Award and the 4 Certificate of Recognition” yang digelar di Jakarta, Kamis (21/10/2021).

“Jadi, Kota Surabaya dinilai mampu mengatasi emisi, polusi, dan itulah yang kita lakukan di Surabaya,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Senin (25/10/2021). 

Penghargaan udara terbersih di tingkat ASEAN ini baru pertama diraih Kota Surabaya. Sebelumnya, Surabaya belum pernah mendapatkan penghargaan semacam ini di tingkat ASEAN.

Kembangkan Inovasi

Cak Eri menjelaskan berbagai inovasi terus dikembangkan oleh Pemkot Surabaya dalam mengembangkan kualitas lingkungan di Kota Surabaya. Inovasi itu mulai dari melaksanakan penanaman pohon yang intensif. 

Serta mengembangkan urban farming di taman hutan raya dan kampung-kampung di Surabaya. "Di bagian pesisir timur dan utara kota, ditanami berbagai jenis pohon bakau," katanya. 

"Namun, tetap memperhatikan keanekaragaman hayati di kawasan tersebut untuk melestarikan struktur geologi pesisir serta melindungi satwa liar, termasuk burung migran,” katanya. 

Miliki 12 Taman Hutan Raya

Ia menjelaskan di Kota Surabaya itu terdapat 2 Kebun Raya Mangrove, yaitu Kebun Raya Mangrove Wonorejo dan Kebun Mangrove Gununganyar. 

Bahkan, ada pula 12 taman hutan raya yang tersebar di berbagai titik. Adapun luas area mangrove di area pesisir mencapai 4.570,33 hektar yang dapat menyerap emisi karbon sebanyak 5720,19 ton-C/ha di bagian pantai utara dan 8064,39 ton C/ha di bagian pantai timur.

Sedangkan persentase ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Surabaya mencapai 21,99 persen, sehingga ini melampaui persyaratan minimal 20 persen dengan luasan sebesar 7356,96 hektar pada 2020.

RTH tersebut dapat menyerap total CO2 sebesar 642.794,59 ton/tahun. “Berdasarkan inovasi tersebut, capaian IKU Kota Surabaya sebesar 90,31 yang artinya melebihi capaian IKU Nasional,” kata dia.

Kualitas Udara Bersih Meningkat

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Suharto Wardoyo mengatakan bahwa kualitas udara Kota Surabaya terus meningkat setiap tahunnya. Terutama, mulai tahun 2016-2020. 

Selain IKU yang menunjukkan peningkatan, Kota Surabaya juga mampu meningkatkan kualitas lingkungan. Ini melalui gerakan partisipasi masyarakat hijau (gerakan 3R) dan juga program Waste to Energy yang menggunakan metode gasifikasi.

Kembangkan Konsep Green Transportation dan Green Buildings

“Dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan, Kota Surabaya juga telah mengembangkan konsep Green Transportation, yaitu Suroboyo Bus yang menggunakan sampah plastik sebagai alat pembayaran tiketnya,” kata Anang-sapaan Suharto Wardoyo.

Selain itu, pemkot juga mengembangkan Konsep Green Buildings yang menggunakan lampu hemat energi dan utilitas hemat energi. Penggunaan energi alternatif untuk PJU dan lampu lalu lintas dilaksanakan secara bertahap. 

“Warga juga berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Hal ini ditunjukkan dengan antusiasme masyarakat dalam kegiatan Car Free Day dan Bike to Work setiap pekan yang digelar di beberapa titik di Kota Surabaya,” tegasnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved