Grup Riset Sistem Informasi Untag Surabaya Beri Solusi Menurunnya Sektor Kuliner dan Pasar

Tim Pendirian Prodi Sistem dan Teknologi Informasi Untag Surabaya membahas mengenai urgensi, penelitian, dan pengabdian masyarakat bersama Armuji

Editor: sulvi sofiana
SURYA/SULVI SOFIANA
Tim Pendirian Prodi Sistem dan Teknologi Informasi Untag Surabaya bersama Wakil Walikota Surabaya, Armuji dalam audiensi bertajuk Coffee Morning, Selasa (2/11/21). 

SURYA WIKI, Surabaya - Tim Pendirian Prodi Sistem dan Teknologi Informasi Untag Surabaya membahas mengenai urgensi, penelitian, dan pengabdian masyarakat bersama Wakil Walikota Surabaya, Armuji dalam audiensi bertajuk Coffee Morning, Selasa (2/11/21).

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang dinas Wawali tersebut Armuji menyampaikan, di Surabaya saat ini masih terdapat beberapa sektor yang perlu penanganan dan perhatian khusus, diantaranya adalah pada sektor kuliner dan pasar.

‘’Terkait peluang kerjasama dalam hal penelitian dan pengabdian, permasalahan utama saat ini adalah tentang kekosongan Sentra Wisata Kuliner dan pasar. Meskipun saat ini lokasi dan bangunannya sudah disediakan,’’ ujar Armuji.

Menanggapi hal itu, Supangat, Ketua Pendirian Prodi Sistem dan Teknologi Informasi Untag Surabaya menawarkan beberapa solusi terhadap problem yang disampaikan Wawali Surabaya tersebut, salah satunya peran teknologi dalam menunjang keberlanjutan.

‘’Nantinya dalam program pengabdian masyarakat Prodi mempunyai keunggulan dalam mengintegrasikan komputasi dengan aspek sosial budaya masyarakat, sehingga dapat memaksimalkan pemanfaatan teknologi yang humanis sekaligus meminimalisir efek negatifnya,’’ kata Supangat.

Tergabung dalam Information Technology Research Group yang merupakan cikal bakal Prodi Sistem dan Teknologi Informasi, Supangat menambahkan bahwa penelitian terkait dampak teknologi informasi terhadap Sentra Wisata Kuliner (SWK) dan pasar perlu dilakukan.

‘’Dampak teknologi informasi terhadap keberlanjutan Sentra Wisata Kuliner dan Pasar di Surabaya dapat dilakukan menggunakan metode survey dan wawancara dengan beberapa hipotesa permodelan Theory of Reasoned Action,’’ ungkap Supangat menjelaskan.

Pertemuan yang juga dihadiri oleh LPPM Untag Surabaya, Kaprodi Teknik Informatika, bagian Pusat Inovasi dan Kewirausahaan, Badan Kerjasama Urusan Internasional, serta anggota Information Technology Research Group tersebut mendapat sambutan baik oleh Wawali Surabaya.

Hal itu karena dinilai dapat mengembangkan sektor-sektor yang memang butuh penanganan khusus.

 

(Sulvi Sofiana)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved