Perkenalkan Peminatan Kesehatan Masyarakat Pada Siswa SD Memakai Media PoP Up Book

tim Abdimas Universitas Negeri Malang (UM) mengenalkan profesi pada siswa SD di Desa Jambearjo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

Editor: sulvi sofiana
Dokumen pribadi
Kegiatan pengenalan profesi kesehatan masyarakat oleh Tim Abdimas Universitas Negeri Malang (UM) pada siswa SD lewat media pop up di Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. 

SURYA WIKI, Surabaya - Profesi kesehatan masyarakat dipandang kurang populer dibanding profesi dokter, bidan dan lainnya.

Padahal prospek kerja profesi kesehatan masyarakat sangat luas.

Untuk itu, tim Abdimas Universitas Negeri Malang (UM) mengenalkan profesi pada siswa SD di Desa Jambearjo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

“Kebanyakan dari mereka hanya mengerti bidan, dokter, dokter gigi, dan perawat jika ditanya tentang pekerjaan kesehatan. Padahal  nyatanya tenaga kesehatan tidak hanya itu saja,” ujar Ketua Tim Abdimas, Dea Aflah Samah pada suryamalang.com, Selasa (2/11/2021).

Agar mudah dimengerti, tim membuat media Pop Up Book yang diberi judul “Kenali Profesiku”.

Sasar Anak SD

Tim melakukan berbagai kegiatan dengan melibatkan anak sekolah dasar kelas 3 dan kelas 5 yang berakhir pada minggu kedua pada Oktober 2021 lalu.

“Kegiatan sosialisasi Abdimas ini dilakukan secara tatap muka dengan 16 anak usia SD sebagai responden dan tetap mematuhi aturan protokol kesehatan," tambah Dea.

Kegiatan dilakukan secara rolling 2 kali dengan satu rolling 8 anak dan berlangsung dengan lancar dan tertib.

Lakukan Pre Test

Sebelum dilakukan sosialisasi, siswa diberikan pre test untuk menguji seberapa tahu mereka tentang profesi kesehatan masyarakat.

Dalam pre test itu berisikan gambar dan nama profesi kesehatan masyarakat.

Mereka diminta untuk menghubungkan garis yang sesuai dengan gambar dan nama profesinya.

Gunakan Media Pop Up Book

Setelah melakukan pre test, siswa diberikan sosialisasi terkait profesi kesehatan masyarakat melalui media pop up book.

Setelah mereka memahami apa saja profesi yang ada di kesehatan masyarakat, tim memberikan post test untuk menguji lebih lanjut. 

Berikan Sosialisasi

Dan hasil dari perbandingan pre test dengan post test didapatkan bahwa anak-anak mulai memahami tenaga kesehatan masyarakat setelah mendapat sosialisasi penjelasan terkait kesehatan masyarakat melalui media Pop Up Book. 

“Selama kegiatan berlangsung, terlihat antusiasme anak-anak untuk mengenal apa itu kesehatan masyarakat dan bagaimana profesi tenaga kesehatan masyarakat. Karena media pemebelajaran juga menggunakan Pop Up Book membuat anak-anak merasa riang dalam belajar,” tambahnya.

(Sylvianita Widyawati)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved