Ayu Kayla, Motivator Lapas yang 'Kecanduan' Memotivasi Orang

Ayu Kayla (36) motivator khusus Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) mengaku kecanduan memberikan motivasi pada para warga binaan.

Editor: sulvi sofiana
Dokumen pribadi
Ayu Kayla 

SURYA WIKI, Surabaya -  Ayu Kayla (36) adalah motivator khusus Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) mengaku kecanduan memberikan motivasi pada para warga binaan. 

Ia yang terjun sebagai motivator di Lapas dan Rutan atau rumah tahanan sejak tahun 2004 telah memberikan dampingan psikologis pada ribuan kasus. 

Mulanya, perempuan kelahiran 1985 ini tidak langsung terjun menjadi motivator. Ia mengawali karir dengan bekerja di bidang manajemen suatu perusahaan. 

"Dari kerja itu sering ketemu dengan klien. Banyak juga menemui klien yang bermasalah dan kerap memberi solusi. Ternyata di dunia kerja, usia tidak dilihat. Tapi bagaimana pengalaman dan pola pikir," ujar Kayla. 

Perempuan asal Bekasi ini menuturkan, karena ia sering memberi solusi dari permasalahan yang dihadapi klien, ia mulai menemukan hal yang disukai. 

Banyak yang kemudian datang padanya untuk sharing atau sekadar meminta pendapat terhadap masalah yang tengah dihadapi. 

Lama kelamaan saya mulai menemukan passion ketika memotivasi seseorang. Kemudian saya coba mempelajari lebih dalam lagi bidang ini. Bagaimana bisa memberikan dampingan psikologis," jelasnya.

Ayu Kayla kemudian menemukan fakta bahwa di Lapas maupun Rutan kala itu belum ada motivator yang masuk. Padahal menurutnya, dampingan psikologis melalui hadirnya motivator sangat penting dalam pemulihan mental warga binaan. 

"Terutama para pengguna narkotika. Mereka harus diberikan pemahaman dan motivasi yang kuat. Supaya ketika keluar tidak menggunakan lagi. Bahayanya kan ada yang keluar justru jadi pengedar. Hadirnya kita sebagai motivator untuk mencegah itu," katanya. 

Salah satu upaya motivasi yang dilakukannya adalah berusaha menumbuhkan kembali rasa percaya diri para narapidana (napi). 

Mereka yang masuk jeruji besi banyak yang kehilangan kepercayaan diri ketika sudah keluar. Karena, banyak napi yang menganggap masyarakat tidak bisa menerima kehadiran mereka lagi. 

"Dalam sesi motivasi para napi diajak bagaimana harusnya bersikap di lingkungannya saat sudah keluar nanti. Supaya kepercayaan diri mereka tetap kuat dan bisa melanjutkan hidup dengan baik," ungkapnya. 

Menurutnya, para penghuni Lapas memang seharusnya dibina, tak hanya dipenjara. Sesuai dengan namanya yakni warga binaan. 

Ayu Kayla mengaku, ia sudah banyak memotivasi para warga binaan dari berbagai latar belakang tindak kriminal. Mulai dari penyalahgunaan narkoba, tindak asusila, pencurian, korupsi bahkan pembunuhan. 

"Untuk napi pembunuhan ini biasanya ada sesi khusus. Karena treatmentnya berbeda. Mereka cenderung dihantui rasa bersalah dan seolah-olah diikuti oleh yang dibunuh. Jadi memang perlu penanganan khusus," Kayla memaparkan.

Tak hanya memberikan motivasi pada warga binaan di Rutan/Lapas, Kayla juga memberikan pelatihan etika dan pengembangan kepribadian.

"Juga mengajak para warga binaan membuat planning ke depan supaya tujuan hidup mereka jelas. Arahnya ke mana tidak bingung," ujarnya.

Salah satu pengalaman yang tak terlupakan baginya adalah ketika ia mendampingi seorang artis berinisial VA yang terjerat kasus hukum. Dukungan moril yang ia berikan kala itu berlanjut menjadi hubungan baik.

"Waktu itu dia sempat putus asa dan ingin bunuh diri kemudian saya yang pertama ditelepon. Setelah memberi dukungan dan dampingan ia menjadi lebih baik. Saya senang sekali saat dia sudah bebas. Namum takdir berkata lain, sekarang dia sudah duluan menunu Surga," ungkap Kayla.

Dalam perjalanannya menjadi motivator, Ayu Kayla telah memperoleh berbagai penghargaan. Ia juga memperoleh Rekor MURI sebagai motivator terbanyak di Rutan/Lapas pada tahun 2009.

(Melia Luthfi Husnika)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved