Prof Dr Ir Sukamto MS, Guru Besar Universitas Widyagama Malang Kembangkan Model Pertanian 20 M2

rof Dr Ir Sukamto MS dari Fakultas Pertanian Universitas Widyagama (UWG) mengembangkan model pertanian 20 meter persegi di halaman belakang rumahnya d

Editor: sulvi sofiana
Dokumen pribadi
Dosen Universitas Widyagama Malang Prof Dr Ir Sukamto MS dengan model pertanian 20 m2 yang dikembangkan di rumahnya di JL Ikan Lodan Kota Malang, Jumat (5/11/2021). 

SURYAWIKI, Malang - Prof Dr Ir Sukamto MS dari Fakultas Pertanian Universitas Widyagama (UWG) mengembangkan model pertanian 20 meter persegi di halaman belakang rumahnya di JL Ikan Lodan Kota Malang. Ini bisa dikembangkan di perkotaan dan pedesaan. Ini bisa jadi ide usaha mandiri. 

Terpenting lagi adalah sudah memiliki koneksi pemasok hasil produknya. Sehingga usahanya bisa berkesinambungan. Dalam model itu ada empat usaha pertanian. Yaitu budidaya lele, ayam joper (jowo super), tanaman angkung untuk obat herbal dan budidaya cacing.

"Saya memilih model pertanian 20 m2 untuk kemudahan aspek teknik saja. Saya pakai lahan 4 m x 5 m. Tapi bisa juga 2 m x 10 m, tapi tetap dipakai model seperti ini," jelasnya pada suryamalang.com saat bertandang di rumahnya, Jumat (5/11/2021). 

Media pertaniannya dibuat bertingkat. Bagian bawah untuk budidaya lele sebanyak empat kolam. Di atasnya ada budidaya cacing dan di atasnya budidaya tanaman angkung. Sedang kandang ayam dibuat bertingkat untuk diisi 100 ayam joper. Bagian atas di model pertanian ini adalah diberi atap fiber agar air hujan tidak masuk. 

Di bagian belakang rumahnya juga masih ada ruang terbuka untuk sirkulasi udara. Dari model pertanian ini tidak ada limbah yang terbuang. Dari limbah kotoran ayam difermetasi untuk makanan cacing. Untuk media cacing memakai kotoran kambing dan konsentrat sapi. Sedang dari kascing atau limbah cacing bisa untuk media angkung. 

Untuk hasil panenan cacing, ia jual ke usaha budidaya cacing organik di kawasan Sukun Kota Malang. Area budidaya cacing ditutup dengan pot atau bentuk wadah lainnya agar tidak menimbulkan bau dari medianya. Sedang untuk ayam joper juga sudah ada yang membelinya saat panen. 

Harga saat ini ayam joper Rp 35.000 per kg. Bahkan pernah mencapai Rp 40.000 per kg. Untuk tanaman angkung, biji keringnya per kg bisa mencapai rp 250.000. Angkung aslinya tanaman dari China. Sedang masa panen lele 3-4 bulan.

Untuk ayam, masa panennya antara 55-60 hari.  "Dengan model pertanian seperti ini tidak perlu mobilitas tinģgi," katanya. Sedang untuk penyiraman tanaman angkung dengan mengambil air dari kolam lele dengan pompa. Jika berlebih atau terlalu basah juga akan turun lagi ke kolam lele. Model pertanian seperti ini sebagai solusi untuk menunjang ketahanan pangan naisonal.

(Sylvianita Widyawati)

 

 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved