Penguatan Literasi Jadi kunci Peningkatan Kualitas SDM Pendidikan

Rapat Koordinasi Dewan Pendidikan Provinsi JawaTimur menyoroti perlunya peningkatan literasi Sumber Daya Manusia di bidang Pendidikan.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/SULVI SOFIANA
Pembukaan Rakor Revitalisasi Dewan Pendidikan Dalam Mendukung Program Jatim Cerdas di Jatim di Grand Mercure, Jumat (12/11/2021). 

SURYAWIKI, Surabaya - Rapat Koordinasi Dewan Pendidikan Provinsi JawaTimur menyoroti perlunya peningkatan literasi Sumber Daya Manusia di bidang Pendidikan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta semua pihak dan stakeholder agar bersinergi untuk memperkokoh pondasi dalam  membentuk SDM berkualitas. Utamanya dalam memecahkan berbagai persoalan di sektor pendidikan. 

Khofifah menekankan adanya penguatan literasi dengan mendorong culture membaca. Ia juga mengajak sinergitas para stakeholder pendidikan dalam menyiapkan struktur dan kulture dalam proses penyiapan SDM.

Gubernur Jatim dalam pembukaan Rakor Revitalisasi Dewan Pendidikan Dalam Mendukung Program Jatim Cerdas di Jatim di Grand Mercure, Jumat (12/11/2021).
Gubernur Jatim dalam pembukaan Rakor Revitalisasi Dewan Pendidikan Dalam Mendukung Program Jatim Cerdas di Jatim di Grand Mercure, Jumat (12/11/2021). (SURYA/SULVI SOFIANA)

"Saya berharap melalui kegiatan ini Dewan Pendidikan akan membantu penguatan literasi, dengan terus memonitoring perkembangan dan kemajuan pendidikan di Jawa Timur," ujar Khofifah usai pembukaan Rakor Revitalisasi Dewan Pendidikan Dalam Mendukung Program Jatim Cerdas di Jatim di Grand Mercure, Jumat (12/11/2021).

Jika menyinggung soal literasi, tidak hanya dalam hal membaca saja. Lebih dari itu, berbagai ruang lingkup literasi seperti literasi financial, literasi digital, dan literasi humanis yang menjadikan kecerdasan sosial menjadi bagian yang berseiring dengan kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual.

"Nah, ini karena kita membangun manusia Indonesia seutuhnya. Maka besok (Senin, 15 November 2021) kita akan membahas soal literasi kesejahteraan. Bagaimana jika ini dikaitkan dengan pendidikan yang menjadi tugas pemprov," jabarnya. 

Ia melanjutkan,  dalam mewujudkan SDM Unggul Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan (Dindik)  Jatim juga mempunyai program SMA Double Track, yang merupakan program vokasional bagi siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.

Selain itu, SMK yang berstatus BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) yang saat ini tercatat sudah 20 lembaga. Di akhir tahun,  kata Khofifah rencananya akan bertambah menjadi 77 lembaga SMK berstatus BLUD. 

Perlu Desain Literasi

Harapan Gubernur Jatim itupun disambut positif oleh Ketua Dewan Pendidikan Jatim,  Prof Muzakki. Menurutnya selama ini Jatim telah menjadi pioner dalam banyak hal.  Termasuk capaian-capaian para pelajar dan program Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan.

Jika berbicara mengenai ruang lingkup literasi, dikatakan Prof Muzakki perlu adanya desain sebuah program untuk mencapai SDM unggul utamanya dalam meningkatkan literasi membaca dan literasi digital.

"Ini tidak bisa sendirian. Tapi ada banyak stakeholder terlibat, dan itu yang akan dibangun melalui ekosistem yang disebut bu gubernur," tandasnya. 

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved