Terapkan MBKM, ISTTS Resmikan Amazon Web Services Academy

Penerapan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dilakukan Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) dengan meresmikan Amazon Web Services

Editor: sulvi sofiana
SURYA/SULVI SOFIANA
Kuliah tamu secara online menghadirkan Furin Ongko, Technical Program Manager AWS Educate. 

SURYAWIKI, Surabaya -Penerapan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dilakukan Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) dengan meresmikan Amazon Web Services (AWS) Academy, Kamis (11/11/2021).

Dr Esther Irawati SKom MKom, Dosen Fakultas Sains dan Teknologi ISTTS Surabaya mengungkapkan ISTTS adalah PTS pertama di Surabaya yang mempunyai kolaborasi ini.

“Melalui kolaborasi ini mahasiswa bisa merasakan secara langsung pengajaran dari perusahaan ternama di dunia yaitu Amazon mengenai Skill Cloud Computing yang dapat meningkatkan karir kerja mereka di masa depan,” urainya.

Pasalnya di era digital ini, dalam dunia IT kebutuhan Cloud Computing semakin mendesak. Berdasarkan data beberapa tahun terakhir, lowongan kerja di bidang Cloud Computing telah naik secara signifikan sebanyak 121 persen.

“Mahasiswa bisa mengikuti berbagai Course, diantaranya yaitu Academy Cloud Foundations, Academy Cloud Architecting, Academy Cloud Operations, Academy Cloud Developing, Academy Data Analytics. Pengajaran-pengajaran yang diberikan mulai dari penjelasan materi, assesment, diskusi grup, dan project individu sehingga mahasiswa benar-benar dapat menguasai skill Cloud Computing dengan memuaskan. Hal ini tentunya merupakan pengalaman dan peluang yang bagus sekali,” urainya.

Acara peresmian ditandai dengan diadakannya kuliah tamu secara online menghadirkan Furin Ongko, Technical Program Manager AWS Educate.

Tangkapan layar pemaparan Furin Ongko, Technical Program Manager AWS Educate terkait cloud computing.
Tangkapan layar pemaparan Furin Ongko, Technical Program Manager AWS Educate terkait cloud computing. (SURYA/SULVI SOFIANA)

Dalam pemaparannya Furin menjelaskan bahwa cloud computing adalah sumber daya teknologi informasi yang sesuai dengan permintaan (on-demand IT resources) melalui jarring pulik maupun privat tanpa biaya awal.

“Cloud computing menggunakan AWS sangat menarik mengingat AWS merupakan leader di bidang cloud computing dalam 10 tahun terakhir”, tandasnya.

Disamping itu menggunakan AWS sangat cepat untuk menyediakan infrastruktur dibanding dengan penyediaan infrastruktur teknologi informasi tradisional yang perlu membeli server dan perlengkapannya membutuhkan waktu 20-40 hari. Sedangkan menggunakan AWS penyediaan infrastruktur dapat tersedia dengan segera dalam hitungan menit.

“Forbes memprediksi 80 persen perusahaan IT akan pindah ke cloud computing tahun 2025. Sedangkan Pricewaterhouse Coopers (PwC) memperkirakan bahwa pandemic COVID-19 akan mempercepat kebutuhan pelanggan akan cloud. Dan berdasarkan penelitian Silicon Angle pada tahun 2025 cloud akan menjadi menjadi pendorong utama bisnis,”urainya.

Ini semua merupakan peluang dan tantangan masa depan bagi para mahasiswa. Disamping itu saat ini kebutuhan sumber daya manusia di bidang cloud secara global sangat tinggi tetapi ketersediaan sumber daya manusia yang punya keahlian di bidang cloud masih sangat sedikit.

 

(Sulvi Sofiana)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved