Tim Pengabdian Masyarakat ITS Dampingi Budidaya Tanaman Dan Ikan Lele Di Ponorogo

Tim pengabdian masyarakat (abmas) Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) menghibahkan greenhouse dan aquaponik pada mitra UMKM Jenang Murni Ponorogo.

Editor: sulvi sofiana
Dokumen pribadi
Tim Abmas ITS berfoto bersama dengan mitra di depan Green House dan instalasi aquaponik dalam kegiatan Abmas-KKN Tematik di Ponorogo 

SURYA WIKI, Surabaya - Tim pengabdian masyarakat (abmas) Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) menghibahkan greenhouse dan aquaponik pada mitra UMKM Jenang Murni Ponorogo.

Kegiatan abmas ITS ini dikemas embedded dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik mahasiswa dalam aplikasi pupuk cair organik secara aquaponik.

Darmawan, Ketua Tim Abmas KKN Tematik yang sekaligus Koordinator Tim MB-KM ITS ini menjelaskan kegiatan Abmas-KKN Tematik ini sebagai bentuk kepedulian civitas akademika ITS ke masyarakat.

"Bagi mahasiswa kegiatan ini juga sebagai pembinaan karakter kebangsaan khususnya untuk menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat,"urainya.

Terlebih lagi dengan adanya Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM), ITS sangat mendukung kegiatan seperti ini.

Darmawan menjelaskan KKN Tematik merupakan salah satu bentuk kegiatan pembelajaran (BKP) di luar kampus dari 8 BKP Program MB-KM yang telah dicanangkan Kemendikbud sejak tahun 2020.

"Ponorogo yang besar akan potensi air kelapa tua, limbah dari produksi Jenang, dibuat sebagai bahan utama pupuk organik cair (POC) yang dinamakan POCITS Green,"urainya.

POCITS Green
POCITS Green (Dokumen pribadi)

Sementara itu masyarakat di Ponorogo khususnya di Pesantren Darut Tilawah mengalami kesulitan dalam mengembangkan pembesaran ikan lele.

Karena terjadi akumulasi amonia dan kurangnya aerasi oksigen di kolam.

Dari kondisi tersebut, tidak jarang ikan sulit berkembang dan mati.

"Sehingga pemanfaatan limbah air kelapa tua yang dijadikan pupuk organik cair dalam kegiatan ini diintegrasikan dengan kolam ikan secara sistem akuaponik dengan tanaman sayuran,"urainya.

Hasil yang didapatkan, dikatakan Darmawan, cukup menggembirakan karena tanaman kangkung yang diamati memiliki akar yang kuat dan banyak dibandingkan kolam yang tidak diberi POC dengan prosentase ikan lele yang tumbuh dan hidup relative tinggi.

Selain itu, POCITS Green yang diproduksi mitra dan tim, dilihat hasil uji unsur makro telah memenuhi standar mutu sebagai pupuk organic cair sesuai Kepmentan RI No 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 dengan N, P, K dan rasio C/N masing-masing 1,84 - 2,85 %; 2,51 - 4,29 %; 2,76 – 4,37

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved