Mahasiswa ISTTS Manfaatkan Bohlam Lampu Bekas Jadi Smart Bulb

Mahasiswa Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) berhasil mengubah bohlam bekas menjadi lampu pintar.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/SULVI SOFIANA
Jeffry Sandy Purnomo mahasiswa Teknik Elektro ISTTS menunjukkan komponen bohlam bekas yang ia ubah menjadi menjadi Internet of things (IoT) sebagai tugas akhirnya. 

SURYAWIKI, Surabaya - Mahasiswa Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) berhasil mengubah bohlam bekas menjadi lampu pintar yang bisa dikendalikan lewat android, IOS atau website.

Yaitu Jeffry Sandy Purnomo mahasiswa Teknik Elektro ISTTS yang membuat barang elektronik bekas tersebut menjadi Internet of things (IoT) sebagai tugas akhirnya. 

Alumnus SMA Kalam Kudus ini mengungkapkan ide ini terinspirasi dari seringnya ditemukan sampah elektronik yaitu lampu LED bekas yang dibuang begitu saja setiap ada kerusakan.

"Selain itu pencahayaan yang kurang mendukung dalam beberapa situasi tertentu, membuatnya ingin mengubah lampu LED bekas menjadi smart bulb,"ujarnya. 

Pada pembuatan smart bulb ini, diharapkan dapat mengurangi penggunaan listrik, meningkatkan pengetahuan tentang kemajuan teknologi, memberi kenyamanan dan mempermudah aktivitas sehari-hari.

Untuk mengubah menjadi smart bulb, Jeffry memodifikasi bohlam bekas dan dikembangkan dengan pemasangan sensor dan aplikasi IoT

" Saya cukup kesulitan waktu cari driver LED. Karena di dalam bohlam ini saya pakai chip untuk koneksi ke internet.  Kalau mau ngedrive LED ini harus punya rangkaian khusus,"ujarnya.

Kemudian, ia juga harus menguji suhu lampu sehingga tidak merusak sistem yang dipasang di dalamnya.

"Dari uji coba yang sudah dilakukan, kuat 24 jam lampu ini bisa nyala,"urainya.  

Jeffry didampingi dosennya melihat komponen  bohlam bekas yang ia ubah menjadi menjadi Internet of things (IoT) sebagai tugas akhirnya.
Jeffry didampingi dosennya melihat komponen bohlam bekas yang ia ubah menjadi menjadi Internet of things (IoT) sebagai tugas akhirnya. (SURYA/SULVI SOFIANA)

Iapun memilih lampu LED yang memiliki dimensi atau ruang sisa untuk dimodifikasi. Selain itu ia juga mencari bohlan m dengan kondisi fisik dan LED boardnya masih mulus. 

"Untuk penggunaannya bisa dipasang seperti lampu pintar dipasaran, kemudian dikoneksikan dengan aplikasi yang saya buat. Karena ada beberapa fitur yang saya sediakan, mulai dari pengaturan cahaya, warna lampu, share divice hingga scheduler,"urainya.

 

Ke depan, Jeffry berharap akan  ada penelitian lanjutan yang mengembangkan riset yang telah ia lakukan. Sehingga bisa mengurangi sampah elektronik dan memanfaatkan teknologi. 

Andri Suhartono, Dosen Pebimbing Jeffry mengungkapkan inovasi smart bulb ini memanfaatkan komponen lampu bekas dan  menambahkan fitur IoT sehingga otomatis bisa dipamerkan dan mengurangi sampah elektronik.

"Jika dibandingkan smart bulb yg lain, uniknya kita bisa ngatur fiturnya seperti apa.  Misalnya scheduler lamp,"pungkasnya.

 

(Sulvi Sofiana)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved