Arby Maulana Tampil Di Billboard Times Square New York City.

Arby Maulana merupakan mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) yang berhasil menampilkan karya desainnya di New York.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/HABIBUR ROHMAN
Mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) Arby Maulana menunjukkan proses ulang mendesain karyanya dalam proyek Non Fungible Token (NFT) milik brand fast food KFC Indonesia di Gedung Perpustakaan Ubaya, Jumat (19/11/2021). 

SURYA WIKI, Surabaya - Arby Maulana merupakan mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) yang berhasil menampilkan karya desainnya di billboard Times Square New York City, Amerika Serikat.

Arby sapaan akrabnya mengikuti proyek Non-Fungible Token (NFT) asli dari Indonesia yaitu Jagonya Ayam NFT yang diadakan KFC.

NFT adalah aset digital yang mewakili objek dunia nyata seperti seni, musik, item dalam gim hingga video. Saat ini NFT telah menjadi salah satu cara populer dalam membeli atau menjual karya seni secara digital.

Dalam proyek ini, Arby yang juga tergabung dalam tim PAHI.id sebagai illustrator dan designer ini dipercaya menjadi kreator tunggal untuk membuat desain Jagonya Ayam NFT.

Selama proses pengerjaan proyek kurang lebih satu bulan, Arby dibantu oleh tiga tim lain yaitu Rob Clinton Kardinal, Sean Gelael dan Rob Raffael Kardinal yang bertanggung jawab di luar pembuatan karya.

“Beberapa tahun lalu, saya memiliki salah satu mimpi yaitu karya yang saya buat bisa terpampang di berbagai penjuru kota besar di Indonesia, seperti seniman terkenal tanah air yang dapat menginspirasi. Ternyata Tuhan memberikan lebih, karya saya bukan hanya terpampang di billboard penjuru ibu kota, tetapi juga muncul di 1540 broadway billboard Times Square New York City,” jelasnya.

Arby menceritakan jika karyanya memiliki desain ilustrasi yang menonjol berbentuk ayam. Namun, berbeda dengan karya-karya milik Arby sebelumnya.

Kali ini karya yang dibuatnya memiliki kesan lebih cute dengan berbagai ornamen dan pilihan warna background yang sedikit berbeda dengan style design Arby.

Bagi founder Gran Artista Illustration Artwork ini pengerjaan proyek tersebut sangat menantang karena harus melihat permintaan dan desain gambar NFT seperti apa yang menarik masyarakat.

“Saya dikenal memiliki desain gambar ilustrasi yang detail. Tetapi dalam proyek ini saya mencoba hal baru menciptakan karya yang lebih imut atau menggemaskan sesuai yang disukai masyarakat di NFT.

Desain karya yang dibuat berbentuk digital dan karya pertama bernama Chicken King. Rencana kedepan akan buat desain untuk Chicken Queen dan Chicken Baby. Jadi proyek ini akan terus berlanjut,” ucap Arby.

Chicken King adalah proyek NFT berlisensi resmi pertama dari Indonesia yang menawarkan 1212 NFT edisi terbatas yang dihasilkan secara unik.

Mahasiswa segudang prestasi ini menceritakan bahwa proyek Jagonya Ayam NFT merupakan pencapaian tertinggi di tahun 2021. Semuanya berkat kerja sama dan kolaborasi yang baik dengan tim, brand – brand ternama serta artis ibu kota Jakarta.

Arby mengaku masuk FIK Ubaya adalah pilihan tepat karena mendapat bekal ilmu serta dukungan yang membuat dirinya terus berkembang sekaligus berkarya di dalam atau di luar kampus.

“Tidak boleh cepat puas dengan apa yang diraih sekarang, masih harus tetap belajar dan terus berkarya. Impian ke depan tentu ingin seperti seniman terkenal di Indonesia maupun luar negeri yang bisa membuat pameran tunggal dan menampilkan hasil karya-karyanya sendiri, sehingga karya saya bisa lebih dikenal masyarakat luas,” tutup Arby.

(Sulvi Sofiana)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved