Ardi Hermawan, Mantan Ketua Hima HI Universitas Airlangga Dilantik Jadi Duta Besar Bahrain

Ardi Hermawan merupakan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga yang baru saja dilantik sebagai Duta Besar Luar Bia

Editor: sulvi sofiana
Humas Unair
Ketua Hima HI Unair, Ardi Hermawan dilantik menjadi Duta Besar Bahrain bersama istri 

SURYA WIKI, Surabaya - Ardi Hermawan merupakan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga yang baru saja dilantik sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP RI)  untuk Kerajaan Bahrain.

Ardi dilantik 25 Oktober 2021 oleh Presiden Joko Widodo di istana negara bersama 16 duta besar lainnya.

Laki-laki asal Surabaya tersebut merupakan mahasiswa angkatan pertama prodi Hubungan Internasional. Pada tahun 1982 ia juga menjabat sebagai ketua Himpunan Mahasiswa HI yang pertama.

Llusan program Master di Monash University, Australia tersebut mengungkapkan tidak pernah berpikir ia bisa berkuliah sebagai mahasiswa HI Unair.

Pasalnya, ia sebelumnya telah berkuliah sebagai mahasiswa Sosiologi Unair. Hingga tahun 1982, FISIP Unair membuka prodi HI yang akhirnya membuat Ardi memutuskan pindah jurusan.

"Saya suka bahasa dan senang membaca. Dan saya merasa cocok di HI. Dulu saya sering baca-baca majalah berbahasa Perancis untuk tahu berita politik dunia luar sambil sekalian belajar bahasa Prancis juga," tuturnya.

Menjadi mahasiswa HI, Ardi banyak mengikuti organisasi dan bahkan diamanahi jabatan Ketua HIMA HI angkatan pertama.

Selain kehidupan akademis dan organisasi, FISIP Unair yang mempertemukan Ardi dengan sang istri yang merupakan alumnus jurusan Sosiologi.

Usai menimba ilmu di HI Unair, Ardi berhasil diterima sebagai staf di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Keahliannya berbahasa Prancis yang diawali dari sebuah majalah berita membawa Ardi mendapat penempatan pertamanya di Kedutaan Besar RI (KBRI) di Paris.

Tahun 2009, karir Ardi kian menanjak dengan mengemban posisi Wakil Duta Besar RI di Tokyo, Jepang.

Dari Tokyo, Ardi banyak berpetualang mulai dari menjadi Konsul Jenderal di San Fransisco hingga Direktur Pemasaran Pariwisata di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Puncaknya pada Februari 2021, Ardi dicalonkan sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Bahrain.

"Saat itu prosesnya sangat panjang, banyak pertimbangan, dan jadi hak prerogatif Presiden untuk memilih berdasar usulan menteri. Sampai 25 Oktober kemarin kita baru dilantik," ceritanya.

Melalui tugas barunya ini, Ardi berkomitmen untuk mempererat kerja sama dan hubungan Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah, khususnya Bahrain.

Terlebih Bahrain memiliki ekosistem jasa keuangan dan ekonomi syariah yang menjanjikan. Ardi pun mendorong kolaborasi akademik turut berkembang antar dua negara. Ia mempersilahkan UNAIR maupun lembaga pendidikan lainnya untuk membangun kolaborasi dengan institusi pendidikan di Bahrain.

Menurutnya, mahasiswa harus punya added value selain modal dan kapasitas di bidang yang dikuasai. Bagi Ardi membaca dan belajar, apapun itu, tidak akan sia-sia karena ilmu itu bisa jadi akan berguna kelak di masa depan.

"Saya dulu juga ikut banyak kegiatan banyak belajar bidang lain selain HI. Punya cita-cita juga. Akhirnya saya malah nggak mengira umur 45 bisa jadi wakil dubes Tokyo. Sampai sekarang dubes Bahrain," tandasnya.

(Sulvi Sofiana)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved