Taryaningsih, Salah Satu Guru SLB Terbaik Nasional Asal Trenggalek

Taryaningsih merupakan  guru sekolah luar biasa (SLB) asal Trenggalek yang mendapat penghargaan guru SLB terbaik tingkat nasional.

Editor: sulvi sofiana
Dokumen pribadi
Taryaningsih 

SURYA WIKI, Surabaya - Taryaningsih merupakan  guru sekolah luar biasa (SLB) asal Trenggalek yang mendapat penghargaan guru SLB terbaik tingkat nasional.

Penghargaan itu diberikan dalam momentum apresiasi guru dan kepala sekolah inspiratif 2021 jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, Teknologi, Kamis (25/11/2021).

Taryahningsih menjadi satu dari lima guru SLB terbaik se-Indonesia dalam momentum tersebut.

“Bersyukur sekali. Ini akan menjadi kenang-kenangan saya sebagai seorang guru,” kata Taryaningsih, yang merupakan guru SLB Panggungsari Trenggalek itu, usai menerima penghargaan.

Penghargaan guru terbaik ini diberikan kepada para guru yang mengorbankan waktu, pikiran, dan tenaga, serta bermanfaat dan menginspirasi orang lain dalam dunia pendidikan.

Namun, kiprah Taryaningsih tak sekadar itu. Bagi mereka yang punya kepedulian terhadap para disabilitas di Kabupaten Trenggalek, nama Taryaningsih tak asing.

Taryaningsih adalah pendiri sekaligus ketua Yayasan Penyandang Disabilitas Naeema. Di yayasan yang didirikan tahun 2014 itu, ia mengajak para penyandang disabilitas untuk hidup lebih maju. Salah satu caranya dengan berwirausaha.

“Ada bordir digital, sablon, dan katering,” ujar Taryaningsih.

Taryaningsih juga membangun perumahan kawasan inklusif bagi para penyandang disabilitas dan kelompok rentan. Perumahan itu telah diresmikan akhir 2019 dan hingga saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Untuk membangun rumah-rumah di sana, ia memanfaatkan lahan milik pribadi seluas 1.030 hektare (ha).Ia mengatakan, pembangunan perumahan itu adalah obat segala bentuk kegagalan yang pernah ia alami di masa lalu.

Bagi dia, para penyandang disabilitas tak cuma butuh keterampilan, atau mesin.
“Tapi mereka juga butuh tempat tinggal dan pemasaran," kata dia.

Maka, ia mengonsep, kawasan perumahan itu juga memiliki tempat pamer yang bisa dimanfaatkan mereka yang tinggal di sana untuk memajang hasil krasinya.

Bagi Taryaningsih, ilmu untuk mendampingi para penyandang disabilitas harus terus digali. Tak heran, ia tak segan untuk berangkat ke Australia hanya untuk mengikuti kursus singkat soal disabilitas pada 2017.

“Seorang guru harus memperbarui ilmunya. Jangan lekas puas dengan sebuah pecapaian. Dan jangan lupa diri jika dihujani pujian. Jadi guru harus kreatif dan inovatif,” kata Taryaningsih, menjelaskan prinsipnya, sekaligus sebagai pesan bagi para guru di Indonesia. 

 

(Aflahul Abidin)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved