Bangun Peradaban Islam, Pemerintah Kerajaan Qatar Gandeng PB NU

Sosok penting pemerintah Qatar, Sheikh Abdul Aziz datang ke Indonesia untuk menyelenggarakan kerjasama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/SULVI SOFIANA
Stadium Generale, MOU, and MOM Singning and Launching of Muslim Talent Competition antara Sekretaris Jenderal Dewan Keluarga Kerajaan Qatar Sheikh Abdul Azis Abdul Rahman Hassan Al-Thani dan Ketum PB NU Prof DR KH Said Aqil Siradj, MA. 

SURYA WIKI, Surabaya - Sosok penting pemerintah Qatar, Sheikh Abdul Aziz Abdul Rahman Hassan Al-Thani datang ke Indonesia untuk menyelenggarakan kerjasama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Sheikh Abdul Aziz menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Keluarga Kerajaan Qatar.

Selain itu, Sheikh Abdul Aziz merupakan Ketua Dewan Pengawas Dana Kemanusiaan Kerajaan Qatar.

Sheikh Abdul Aziz menjelaskan kunjungannya di Indonesia ingin berkolaborasi membangun sumber daya manusia yang unggul lewat training kepemimpinan.

"Kita harusnya bersatu dan bekerja bersama untuk kepentingan kemanusiaan. Kami yakin, dengan adanya para pemuda yang penuh inovasi dan kreatifitas, kita bisa membenahi kondisi dunia Islam saat ini," tambah Sheikh Abdul Aziz dalam rilis kunjungan ke Universitas Islam Malang (Unisma), Minggu (5/12/2021).

Untuk mengusung misinya, Sheikh Abdul Aziz mengatakan bahwa pemerintah Qatar sudah melakukan kerja sama dengan banyak negara.

"Kami berharap, ke depan, kami banyak berkolaborasi dengan PB NU. Semoga rencana-rencana ini bisa terwujud karena bangsa Indonesia memiliki rasa toleransi yang tinggi," ucap Sheikh Abdul Aziz.

Ia juga berharap akan munculnya para pemimpin dari dunia Islam. Sebab Islam mengajak kepada persatuan.

Ketum PB NU, Prof DR KH Said Aqil Siradj MA mengatakan bahwa dia memberikan penghargaan yang tinggi kepada kepada Sheikh Abdul Aziz.

Menurut KH Said Aqil Siradj, Sheikh Abdul Aziz terkenal sosok yang sangat dermawan.

Sheikh Abdul Azis sendiri, rencananya akan berkolaborasi dengan PB NU dalam sebuah misi kemanusiaan.

Yakni membangun 100 masjid dan 10 rumah sakit. Hal ini disambut dengan sangat gembira oleh KH Said Aqil Siradj.

"Agama Islam mencakup ilmu dan kemanusian, kebudayaan, dan lain-lain. Tetapi itu semua harus dilandasi oleh ilmu agar pemahaman menjadi benar," ucap KH Said Aqil Siradj.

KH Said Aqil Siradj menambahkan bahwa kerjasama dengan Qatar ini merupakan salah satu upaya untuk membangun peradaban dunia Islam dengan lebih baik lagi.

Wakil Sekretaris Jenderal PB NU Imam Pituduh mengatakan bahwa selain membangun peradaban antara Indonesia dan Qatar lewat moslem lifestyle ecosystem, kerja sama ini juga menyentuh sektor pendidikan tinggi dan teknologi informasi (IT).

Plus pembangunan sosial yakni pembangunan masjid dan rumah sakit.

"Kami berharap ini menjadi awal yang baik untuk melanjutkan diplomasi Indonesia dan Qatar dan sekaligus membantu people-to-people diplomacy," ucap Imam.

"Ke depan, pintu Indonesia dan Qatar harus terbuka seluas-luasnya dalam konteks untuk membangun kemandirian masyarakat, bangsa, dan negara. Sekaligus untuk berkolaborasi dengan stakeholder internasional," tambah Imam.

(Sulvi Sofiana)

Ikuti kami di
KOMENTAR
1774 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved