Denny Rachmawati, Bangun Bisnis Klinik Kecantikan selama 15 Tahun Demi Anak ABK

Denny Rachmawati (51). Perempuan asal Sidoarjo, Jawa Timur ini bertekad membesarkan bisnis skincare dan klinik kecantikan miliknya sejak 15 tahun lalu

Editor: sulvi sofiana
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Denny Rachmawati owner Klinik DNY Skincare. 

SURYA WIKI, Surabaya - Menjadi pebisnis adalah pilihan. Berbisnis berarti harus siap menempuh jalan yang lebih berat. Konsisten menjadi kunci utama dalam membangun sebuah bisnis. 

Seperti yang dilontarkan oleh Denny Rachmawati (51). Perempuan asal Sidoarjo, Jawa Timur ini bertekad membesarkan bisnis skincare dan klinik kecantikan miliknya sejak 15 tahun lalu. 

Klinik kecantikan yang berlokasi di Perum Puri Surya Jaya, Sidoarjo ini mulai dibangun Denny bersama sang suami. Selama 10 tahun pertama merintis bisnis klinik kecantikan, berbagai hambatan berhasil dilaluinya. 

"10 tahun pertama membangun bisnis DNY Skincare ini masa-masa struggle kami. Namun hasil kerja keras dan perjuangan tersebut Alhamdulillah membuahkan hasil. Selama 10 tahun pertama, Klinik DNY Skincare terus berkembang pesat," kata Denny saat dihubungi.

Denny menuturkan, hasil manis atas perjuangannya bersama suami membangun Klinik DNY Skincare juga dirasakan selama beberapa tahun belakangan. Produk dan layanan DNY Skincare mulai dikenal di berbagai daerah. 

Para customer DNY Skincare tak hanya datang dari Sidoarjo saja, tapi banyak juga pelanggan yang berasal dari luar kota seperti Surabaya dan kota/kabupaten di sekitarnya. Klinik DNY Skincare sendiri merupakan klinik yang menawarkan pelayanan jasa di bidang perawatan kesehatan dan kecantikan. 

"Klinik DNY Skincare didirikan untuk dapat memberikan pelayanan konsultasi kesehatan kulit dengan dokter yang berkompetensi di bidangnya serta terapi yang berkualitas, ramah dan terjangkau. Perpaduan antara produk dan treatment di klinik DNY Skincare dapat memberikan hasil yang maksimal sesuai kebutuhan kulit tiap pelanggan," jelas Denny. 

Menariknya, dalam mengembangkan Klinik DNY Skincare, Denny dan suami melibatkan para karyawan yang terdiri dari anak berkebutuhan khusus (ABK). Mereka meyakini bahwa ABK memiliki kemampuan yang tak kalah dengan lainnya. 

Memberdayakan ABK menurut Denny sama dengan membuka jalan masa depan mereka. Potensi anak ABK yang jarang tergali akan terlihat. Lebih penting lagi, para ABK bisa memiliki masa depan sama seperti yang lainnya. 

"ABK menurut saya punya potensi yang luar biasa tapi jarang orang tahu. Padahal kalau potensi mereka dioptimalkan, tidak akan kalah dengan yang non ABK. Bahkan jika anak ABK ini sudah mendalami satu bidang, bisa sangat bagus hasilnya," papar Denny. 

"Sama seperti visinya, Klinik DNY Skincare dibangun untuk menjadi klinik kecantikan terbesar di Indonesia yang mengedepankan kepentingan umat. Maka dari itu kami libatkan teman-teman ABK juga," tambahnya. 

Denny menjelaskan, dibangunnya Klinik DNY Skincare dilatarbelakangi oleh kebutuhan ekonomi. Denny mengaku, sang anak membutuhkan biaya besar dalam proses perkembangan dan pendidikannya. Hal itu memacu semangat Denny dan suami untuk merintis bisnisnya sendiri. 

"Anak saya seorang ABK. Sejak saat itu saya sadar kalau kebutuhan dan biaya untuk menunjang pendidikannya tidak sedikit. Ini melatarbelakangi semuanya termasuk membangun klinik ini. Dulu harapannya dengan membuat bisnis bisa memberikan yang terbaik untuk anak kami," Denny menjelaskan. 

Keteguhan Denny dan suami mengembangkan bisnis menjadikan produk dan layanan Klinik DNY Skincare makin dikenal dan booming. Selama beberapa tahun belakangan, produk skincare miliknya sudah banyaj dibeli dan dikirim ke konsumen di berbagai wilayah. 

"Kami bersyukur ini semua atas kerja sama bersama. Tanpa kehadiran anak kami, tanpa adanya teman-teman ABK dan karyawan di sini, klinik tidak akan sebesar ini sekarang. Menjadi pebisnis memang tidak mudah, tapi bagaimana kita menyelesaikan apa yang sudah kita mulai dan komitmen menjaganya itu yang jadi kunci," tutup Denny.

(Luthfi Husnika)

Ikuti kami di
KOMENTAR
1784 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved