Innofashion Fair 2021, Ajang Unjuk Ketrampilan Mahasiswa dengan Konsep Zero Waste

Innofashion Fair 2021 menjadi wadah bagi mahasiswa program Desain Fashion and Tekstil (DFT) Universitas Kristen Petra Surabaya

Editor: sulvi sofiana
Humas UK Petra
Clarissa Wirogo (DFT 2019) mempraktekkan jahit dengan konsep Zero Waste dengan merapikan jahitan berupa Jaket Jeans karyanya. 

SURYA WIKI, Surabaya - Innofashion Fair 2021 menjadi wadah bagi mahasiswa program Desain Fashion and Tekstil (DFT) Universitas Kristen Petra Surabaya untuk memamerkan ketrampilannya dalam membuat produk fashion.

Mengambil konsep Zero Waste, aneka gelaran karya mahasiswa DFT UK Petra dipamerkan mulai 16 hingga18 Desember 2021 secara online dan offline di galeri Gedung Q3 kampus UK Petra.
Ketua acara Innofashion Fair 2021, Poppy Firtatwentytyna Nilasari mengatakan para mahasiswa DFT UK Petra diajak ikut bertanggung jawab terhadap karyanya. 
“Indonesia kini darurat limbah tekstil, banyak kain-kain yang menggunung. Oleh karena itu para mahasiswa DFT UK Petra juga belajar apa itu sustainable fashion salah satunya zero waste," ujar Poppy.
Ia berharap para mahasiswa DFT UK Petra akan meminimalkan penggunaan kain saat menghasilkan karya.
Innofashion Fair 2021 ini tak hanya menampilkan pameran karya desain pakaian mahasiswa secara onsite saja, namun juga dimeriahkan dengan adanya gambar desain, video 3D Animasi, talkshow dan webinar. 
Sejumlah 24 karya baju dari kurang lebih tujuh mata kuliah di DFT UK Petra dipamerkan selama tiga hari berturut-turut.
Ketujuh mata kuliah yang turut dalam pameran ini diantaranya Media Komunikasi Visual, Creative Fabric, Fashion Design, Design Thinking, Tekstil Dasar, Prinsip & Elemen Desain, serta Digital Fashion. 
Hari pertama kali ini dimeriahkan dengan adanya fashion show secara offline dengan tiga baju berkonsep Zero Waste. 
Seperti dalam pakaian yang diperagakan oleh model, Waste Kimono Outer. 
Salah satu desainer busana Waste Kimono Outer, Clarissa Wirogo mengatakan busana yang ia buat berupa baju luaran berupa kimono dengan teknik zero waste. 
Untuk mendapatkan busana dengan dengan nol limbah ia menggunakan teknik pola persegi panjang sesuai dimensi kain.
Karya mahasiswi Desain Fasion dan Tekstil UK Petra ini bahkan menggunakan gabungan beberapa kain. 
"Ini sebetulnya tugas dari Mata Kuliah Creative Fabric, kimono ini harus beri hiasan aplikasi yo-yo, tuck, dan ruffle, serta ditambahkan lagi satu hiasan bebas dari teknik creative fabric lainnya seperti unfinished, slow stitching dan bordir," ungkapnya.
Ia berharap melalui hasil karyanya, orang-orang lebih memperhatikan lingkungan. 
"Karena dari limbah itu, saya masih bisa mengolahnya menjadi sebuah karya yang bagus, saya sangat senang hasil karya baju yang saya buat dengan susah payah bisa diapresiasi dan dipamerkan di acara Innofashion Fair 2021 kali ini," tutup perempuan yang pernah menjadi juara 1 lomba desain batik di UK Petra itu. 

(Sulvi Sofiana)

Ikuti kami di
KOMENTAR
1807 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved