Pernikahan Dini Banyak Terjadi Karena Kurangnya Pengetahuan

Pernikahan dini banyak terjadi karena kurangnya pengetahuan anak-anak muda. Khususnya pengetahuan GenRe atau Generasi Berencana

Editor: sulvi sofiana
SURYA/MUHAMMAD TAUFIK
Sa’adah Muhdlor, Bunda GenRe Sidoarjo sela acara pembekalan Duta GenRe Sidoarjo bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sidoarjo 

SURYA WIKI, Sidoarjo - Pernikahan dini banyak terjadi karena kurangnya pengetahuan anak-anak muda. Khususnya pengetahuan GenRe atau Generasi Berencana. Demikian halnya anak-anak yang terjebak narkoba, juga terjadi karena kurangnya pengetahuan GenRe.

Demikian kata BUnda GenRe Sidoarjo, Sa’adah Muhdlor di sela acara pembekalan Duta GenRe Sidoarjo bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sidoarjo.

Menurut istri Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor tersebut, sejauh ini masih banyak remaja di Sidoarjo yang belum mengetahui apa itu GenRe. Padahal program itu sangat penting bagi masa depan remaja sebagai generasi penerus bangsa.

Pengetahuan GenRe sangat bermanfaat, bagaimana para remaja terhindar dari hal-hal negatif dengan gerakan generasi muda yang berencana. Seperti pernikahan dini, seks pra nikah, maupun jeratan Napza (Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif).

“Tugas Duta GenRe adalah menyebarkan kembali tentang GenRe, yaitu remaja yang betul-betul direncanakan untuk kelak bisa mencetak penerus bangsa yang berkualitas,” kata Sa’adah Muhdlor.

Menurut dia, kedepan program GenRe akan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Dirinya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo agar materi GenRe bisa diberikan kepada pelajar sekolah.

"Melalui guru-guru BK, materi GenRe diberikan secara rutin atau mungkin masuk pada kurikulum tambahan di sekolah," ujarnya.

Dengan begitu, lanjut perempuan yang biasa dipanggil Ning Sasha, para pelajar mendapatkan pengetahuan langsung dari para gurunya. Tidak dari sumber yang salah. Seperti pengetahuan tentang alat reproduksi, tentang bahaya seks bebas, narkoba, dan sebagainya.

"Jika pengetahuan tentang alat reproduksi itu bisa diberikan oleh guru BK dan menggandeng duta GenRe yang ada di sekolahnya, maka remaja akan terbuka wawasan dan edukasinya," kata dia.

Tahun depan, Sa'adah juga menyebut bahwa program GenRe akan semakin digencarkan. Kampanye dan sosialisasi GenRe akan dilakukan melalui duta GenRe, dan materi GenRe akan disampaikan kepala seluruh pelajar sekolah.

 

(Mohammad Taufik)

Ikuti kami di
KOMENTAR
1810 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved