Asosiasi Developer Property Syariah Komitmen Sediakan 77 Ribu Unit Property Syariah di Tahun 2022

Asosiasi Developer Property Syariah (ADPS) berkomitmen menyediakan 77 ribu unit property syariah pada tahun 2022.

Editor: sulvi sofiana
dokumen ADPS
Rakernas dan Rakornas ADPS/DPS di Bogor, Jawa Barat. 

SURYA WIKI, Surabaya - Asosiasi Developer Property Syariah (ADPS) berkomitmen menyediakan 77 ribu unit property syariah pada tahun 2022.

Hal ini diupayakan dengan menandatangani nota kesepahaman kerjasama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Persero, pada 29 Desember 2021, dalam acara Rakernas dan Rakornas ADPS/DPS, di Bogor, Jawa Barat.

Penandatanganan nota kesepahaman kerjasama Asosiasi Developer Property Syariah dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Persero, pada 29 Desember 2021, dalam acara Rakernas dan Rakornas ADPS/DPS, di Bogor, Jawa Barat.
Penandatanganan nota kesepahaman kerjasama Asosiasi Developer Property Syariah dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Persero, pada 29 Desember 2021, dalam acara Rakernas dan Rakornas ADPS/DPS, di Bogor, Jawa Barat. (dokumen ADPS)

Dalam MoU itu, PT SMF siap menggelontorkan dana triliunan rupiah dalam rangka pengembangan ekosistem pembiayaan perumahan berbasis syariah.

“Dana ini dipergunakan untuk membantu pembiayaan proyek-proyek DPS agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki hunian yang layak sebagaimana amanat undang-undang,” kata Dirut PT SMF Ananta Wiyogo.

Kolaborasi ini, menurut Ketua Umum Asosiasi DPS M. Arief Gunawan Sungkar semakin memperkuat ekosistem bisnis property syariah. Karena itu ia optimis target ADPS di tahun 2021 akan tercapai.

“Tentu saja akad-akadnya sesuai dengan standar akad-akad DPS,” kata Arief Sungkar, didampingi Roes Januhersyah Kepala Divisi Unit Usaha Syariah PT SMF dalam acara rakernas.

Sementara itu Presiden DPS, HM Rosyid Aziz turut menyambut baik kolaborasi ini. Dikatakannya, rangkaian agenda rakernas dan kolaborasi dengan PT SMF adalah realisasi dari spirit 4 K DPS, yaitu Konsolidasi, Kompetensi, Kolaborasi dan Konversi yang dicanangkan dalam Silaknas VI di Malang awal bulan November lalu.

Konsolidasi dan Kompetensi telah dilakukan di internal DPS. Sedangkan Kolaborasi dan Konversi dilakukan dengan pihak eksternal.

“Kita sudah melaksanakan spirit 3 K, yaitu Konsolidasi, Kompetensi, dan kini Kolaborasi. Sehingga, tinggal 1 K lagi yaitu Konversi. Maka, para member DPS harus semakin siap mengkonversi property konvesional ke syariah, apalagi mitra kita SMF sudah siap membantu,” kata Rosyid Aziz yang juga CEO dan Founder DPS itu.

(Sulvi Sofiana)

Ikuti kami di
KOMENTAR
1821 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved