ITS Hibahkan Mesin Penggoreng Semi Otomatis Untuk Bumdes Di Desa Pademawu Timur Pamekasan

tim pengabdian masyarakat Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) berupaya membuat teknologi tepat guna dalam alat produksi agar bisa menekan biaya produ

Editor: sulvi sofiana
Dokumen Tim Pengmas ITS
Penyerahan bantuan panci penggorengan dibuat dari bahan stainless steel dengan kapasitas 13 liter dan mesin peniris minyak pada Bumdes di Pamekasan. 

SURYA WIKI, Surabaya - Badan Usaha Milik Desa di Desa Pademawu Timur, Pamekasan telah mengembangkan budidaya Lele di sembilan dusun dengan berbagai produk olahan Lele.

Salah satu olahan Lele yaitu krupuk Lele belum dapat dimaksimalkan warga karena terbatasnya perlengkapan. Sehingga biaya produksi cukup besar namun produk masih memiliki kandungan minyak yang cukup tinggi hingga mempengaruhi cita rasa.

Untuk itu, dilakukan tim pengabdian masyarakat Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) berupaya membuat teknologi tepat guna dalam alat produksi agar bisa menekan biaya produksi dan meningkatkan nilai ekonomi produk krupuk Lele.

Tim ini terdiri dari Warlinda Eka Triastuti, Achmad Ferdiansyah, Agung Subyakto, Elly Agustiani dari Teknik Kimia Industri, Herry Sufyan Hadi dari Teknik Instrumentasi dan Dedi Budi Purwanto dari Teknik Perkapalan dan beberapa mahasiswa dan seorang laboran yang terlibat dalam kegiatan ini.

Penyerahan bantuan  panci penggorengan dibuat dari bahan stainless steel dengan kapasitas 13 liter dan mesin peniris minyak pada Bumdes di Pamekasan.
Penyerahan bantuan panci penggorengan dibuat dari bahan stainless steel dengan kapasitas 13 liter dan mesin peniris minyak pada Bumdes di Pamekasan. (Dokumen Tim Pengmas ITS)

Warlinda mengungkapkan, bumdes ini telah berhasil mengelola sembilan lokasi budidaya Lele di 9 dusun. Dan setiap panen terdapat 3 ukuran Lele, mulai dari kecil, sedang dan besar.

“Yang ukuran besar ini kurang diminati dengan pasar. Akhirnya harganya sama dengan sedang. Maka dibuat olahan nugget dan krupuk Lele. Sayangnya, krupuk Lele ini kandungan minyaknya masih tinggi sehingga ongkos produksinya cukup tinggi,”ujarnya.

Untuk mengatasinya, tim abmas ITS telah merancang mesin penggoreng semi otomatis. Mesin ini terdiri dari panci penggorengan dibuat dari bahan stainless steel dengan kapasitas 13 liter dan mesin peniris minyak.

“Mesin ini dilengkapi dengan fitur pengatur suhu, tersedia keranjang atau basket yang bisa dituang menggunakan sistem kontrol sehingga tidak perlu proses manual dalam mengangkat hasil penggorengan,”rincinya.

Selain itu, mesin peniris juga dilengkapi pengatur kecepatan dan pengatur waktu penirisan.
Harapannya, mesin ini dapat mendukung peningkatan produksi produksi Lele olahan terutama kerupuk Lele.

“Selain menghemat tenaga, mesin ini juga menghasilkan produk kerupuk Lele dengan kadar minyak yang rendah karena adanya mesin peniris,”pungkasnya.

 

(Sulvi Sofiana)

Ikuti kami di
KOMENTAR
1819 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved