Prof Dr Soeprapto Ma’at MS Apt, Teliti Vaksin Sejak 1976

Prof Dr Soeprapto Ma’at MS Apt merupakan Guru Besar Bidang Patologi Klinik pada Fakultas Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).

Editor: sulvi sofiana
Youtube Unusa
Prof Dr Drs Suprapto Ma'at MS Apt 

SURYA WIKI, Surabaya – Prof Dr Soeprapto Ma’at MS Apt merupakan Guru Besar Bidang Patologi Klinik pada Fakultas Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).

Laki-laki kelahiran Banyuwangi 18 Desember 1948, dikukuhkan sebaai guru besar Unusa dengan Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) setelah purna tugas sebagai Guru Besar di Universitas Airlangga (Unair).

Sejak tahun 1976 hingga 1984 Prof Soeprapto Ma’at  tercatat sebagai peneliti sekaligus sebagai kepala produksi vaksin SE (Septicaemia Epizootica), Antraks (Bacillus Anthracis), Brucella (Brucella abortus Bang) dan virus Mulut & Kuku, di PUSVETMA Surabaya.

Prof Ma’at sapaan akrabnya, menempuh pendidikan SR, SMP, dan SMA di Banyuwangi. Lalu S1 di Fakultas Farmasi Unair,  S2 Bidang Imunologi di Program Pasca Sarjana Unair dan lulus pada tahun 1988. Lalu S3 Bidang Ilmu Kedokteran pada Pasca Sarjana Unair dan lulus tahun 1997.

Beberapa Pendidikan dan Pelatihan di luar negeri yang terkait dengan virus, ia ikuti antara lain, di tahun 1977 untuk bidang Tissue Culture di CSL (Commonwealth Serum Laboratories) di Melbourne Australia.

Tahun 1978 pada bidang produksi vaksin virus, AVRI (Animal Research Virus Institute) Pirbright, Woking, Surrey, England, dan tahun 1992 pada bidang imunologi transplantasi ginjal, NKI (National Kidney Institute), Quizon City, Manila, Filipina.

Prof Ma'at juga merupakan penemu obat Stimuno yang bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun tubuh, dan Psidii yang bermanfaat untuk mempercepat peningkatan jumlah trombosit pada pasien demam berdarah dengue.

Sebagai seorang penemu ia tercatat sebagai pemilik pabrik obat Tradimun (Stimuno) dan Pemilik Industri Obat Tradisional Tradimun Mitra Sejahtera.

Hasil penelitian Prof Ma'at telah mendapat paten dari Dirjen HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual Indonesia) pada tahun 2008. Selain itu, ia menerima penghargaan BJ Habibie Technology Award 2008 dari Habibie Center atas jasa dan prestasinya melalui riset aplikatif tanaman meniran untuk Stimuno.

Di masa pandemi seperti sekarang Prof Ma'at tak menampik jika produk (herbal) untuk meningkatkan kekebalan tubuh banyak diburu warga. Dia pun menyayangkan banyak iklan tentang obat herbal untuk kekebalan tubuh yang banyak berseliweran di televisi.

(Sulvi Sofiana)

 

Ikuti kami di
KOMENTAR
1829 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved