Ikhtiar Lahirkan Jutaan Penghafal Qur’an, PPPA Daarul Qur'an Surabaya Gandeng SMPN 3 Probolinggo

Program Pembibitan Penghafal Al-Qur’an (PPPA) Daarul Qur'an Surabaya menjalin kerja sama dengan SMPN 3 Probolinggo.

Editor: sulvi sofiana
Dokumen PPPA Daarul Qur’an Surabaya
PPPA Daarul Qur’an Surabaya mengadakan tes tahfidz untuk 750 siswa SMPN 3 Probolinggo pekan lalu. 

SURYA WIKI, Surabaya - Program Pembibitan Penghafal Al-Qur’an (PPPA) Daarul Qur'an Surabaya menjalin kerja sama dengan SMPN 3 Probolinggo. Program ini menjadi salah satu program perdana yang diluncurkan oleh PPPA Daarul Qur’an Surabaya untuk sektor pendidikan formal.

Zuzali, Kepala Cabang PPPA Daarul Qur’an Surabaya mengungkapkan sinergi ini bertujuan untuk membentuk sekolah negeri berbasis tahfidz. Selain itu juga untuk mewujudkan mimpi Daarul Qur’an yakni mencetak sejuta penghafal Al-Qur’an di berbagai pelosok Indonesia.

Untuk itu, pada Jum’at (7/1) lalu PPPA Daarul Qur’an Surabaya mengadakan tes tahfidz untuk 750 siswa SMPN 3 Probolinggo.

“Tes tahfidz terbagi menjadi dua sesi, sesi pertama dilaksanakan pada Jum’at untuk siswa putra dan sesi kedua dilakukan pada Sabtu untuk siswa putri,” urainya, Rabu (1/12/2021).

Sebelum memulai tes membaca Al-Qur’an, Mobile Qur'an PPPA Daarul Qur'an Surabaya terlebih dahulu memberikan motivasi tentang menghafal Qur’an.

Hasil dari tes membaca Al-Qur’an ini nanti dibagi menjadi tiga kategori yakni mubtadi bagi pemula yang belum bisa membaca Al Qur'an,  tahsin bagi mereka yang bisa namun masih butuh pembenaran tajwid dan tahfidz khusus mereka yang sudah memiliki hafalan dan bacaannya bagus.

 “Jika kita melihat penghafal Qur’an dari sekolah Islam itu sudah biasa di masyarakat, untuk itu kami membuat program ini untuk sekolah negeri, bahwa pendidikan Al-Qur’an dan penghafal Al-Qur’an juga bisa lahir melalui sekolah ini. Bismillah, ini langkah awal untuk membentuk sejuta penjaga negeri,” pungkasnya.

Sumantri, Kepala Sekolah SMPN 3 Probolinggo berharap agar siswanya menjadi penghafal Qur’an dan menjadikan sekolah negeri menjadi sekolah negeri berbasis Islami.

"Adapun harapan dari kerjasama ini bisa menjadikan anak-anak kami, putra putri kami, bisa sampai hafal juz 30 dan menjadi pribadi yang Islami," ungkap Sumantri.

Selaras dengan Sumantri, Imam, guru agama juga memiliki harapan besar untuk siswa-siswinya. Imam ingin agar anak didiknya mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, dan tentunya menjadi penghafal Al Qur'an.

Salah satu siswi kelas 8, Eka ingin menjadikan kesempatan ini sebagai semangat meraih beasiswa masuk SMA favorit. "Pengin bisa menghafal, membaca dengan lancar dan nanti bisa diterima di SMA Favorit karena punya hafalan,“ ujarnya.

 

(Sulvi Sofiana)

Ikuti kami di
KOMENTAR
1834 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved