Buka Kelas Untuk Umum, Fun Swimming Academy Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Fun Swimming Academy (FSA) yang merupakan lembaga les berenang untuk bayi, anak dan dewasa menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Editor: sulvi sofiana
Dokumen pribadi
Salah satu peserta kelas renang anak di Fun Swimming Academy saat mengikuti sesi pelatihan bersama coach. 

SURYA WIKI, Surabaya - Fun Swimming Academy (FSA) yang merupakan lembaga les berenang untuk bayi, anak dan dewasa menerapkan protokol kesehatan yang ketat mengingat masih berada dalam situasi pandemi.

Akademi renang yang dibuka untuk umum tersebut mengharuskan para coach atau pelatih renang yang bertugas melakukan vaksinasi Covid-19 lengkap yakni sebanyak 2 kali.

"Semua coach atau pelatih renang kami sudah vaksinasi lengkap dua kali. Ini memang menjadi salah satu standar baru mengingat saat ini masih berada dalam masa pandemi," ungkap Rizky Prayuda selaku Founder Fun Swimming Academy, Kamis (13/1/2022).

Rizky menuturkan, pentingnya vaksinasi lengkap selain untuk mencegah penularan pandemi Covid 19  juga untuk menjaga kepercayaan para siswa maupun orang tua siswa. Di mana mereka mempercayakan diri maupun anaknya untuk berlatih renang di FSA.

Tak hanya vaksinasi Covid-19 secara lengkap, pihak manajemen Fun Swimming Academy juga mewajibkan seluruh staf maupun karyawan untuk rutin melakukan Rqpid Test Antigen dua minggu sekali.

Rapid Test Antigen rutin ini merupakan upaya dari pihak manajemen untuk melakukan tracing terhadap para staf maupun karyawannya. Sehingga, kegiatan kelas bisa berjalan dengan lancar dan kondisi staf karyawan bisa terpantau dengan baik.

"Swab Antigen ini kami wajibkan untuk seluruh staf dan karyawan Fun Swimming Academy. Tujuannya untuk tracing supaya kita tahu bagaimana kondisi staf dan karyawan yang bertugas," jelasnya.

Meningkatkan protokol kesehatan di kawasan kolam renang, pihak pengelola mengharuskan sterilisasi alat sebelum dipakai untuk berenang para siswa.

Para coach yang akan bertugas untuk membimbing para siswa, sebelumnya diminta untuk mensterilkan peralatan peralatan yang akan dipakai.

Selama proses pembelajaran pun, coach memiliki standardisasi protokol kesehatan yang tak boleh dilanggar, yakni wajib mengenakan face shield dan masker. Coach boleh melepaskan face shield dan maskernya dalam kondisi kedalaman kolam yang lebih 1,5 M atau tengah memberikan contoh gerakan berenang di dalam kolam.

"Jadi kalau sedang menjelaskan di kolam yang tingginya tidak mencapai 1,5 meter coach harus memakai facial dan masker. Tapi saat mempraktikkan, baru face shield dan masker itu boleh dilepas," papar Rizky.

Tak hanya pihak manajemen maupun coach yang menerapkan protokol kesehatan, siswa yang mengikuti les berenang juga diwajibkan mematuhi proses yang berlaku.

"Saat mengikuti les berenang, para siswa harus dalam kondisi sehat dan bugar. Mereka juga akan diminta untuk memakai hand sanitizer untuk sterilisasi sebelum masuk kolam. Sedangkan kolam renang kami selalu mensterilkan sebelum dipakai. Jadi saat pakai, kolam dalam kondisi bersih dan " pungkasnya.

(Luthfi Husnika)

Ikuti kami di
KOMENTAR
1838 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved