Petani di Karangpilang Surabaya Tanam Beras Merah, Semusim Panen 1,2 Ton

Sejumlah petani di Kecamatan Karangpilang Surabaya sukses mengembangkan komoditi beras merah. Dalam satu kali tanam, mereka sukses memanen 1,2 ton.

Editor: sulvi sofiana
SURYA/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY
Sejumlah petani di Kecamatan Karangpilang Surabaya sukses mengembangkan komoditi beras merah. Mereka memanen 1,2 ton gabah, Jumat (14/1/2022).  

SURYA WIKI, Surabaya - Sejumlah petani di Kecamatan Karangpilang Surabaya sukses mengembangkan komoditi beras merah. Dalam satu kali tanam, mereka sukses memanen 1,2 ton gabah beras merah

Program penanaman beras merah digagas Pemkot Surabaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu, juga memastikan ketahanan pangan di Kota Pahlawan. 

"Ini merupakan program yang digagas Pak Wali Kota (Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi). Beliau ingin ekonomi warga Surabaya bisa meningkat," kata Camat Karangpilang Febriadhitya Prajatara, di sela acara panen raya, Jumat (14/1/2022). 

Komiditas beras merah dipilih karena belum banyak petani yang mengembangkan ini. Juga, kandungan gizi hingga harga yang lebih tinggi dibandingkan beras putih. 

"Di bidang pertanian, rata-rata menanam beras putih. Nah, untuk meningkatkan produktivitas, yang ditanam beras merah. Ke depan, pemkot juga akan mengembangkan beras hitam," katanya. 

Untuk diketahui, beras merah dianggap sebagai salah satu jenis beras yang paling bernutrisi, karena proses produksinya tanpa pembuangan kulit. Beras merah mengandung protein, lemak, serat, hingga karbohidrat yang lebih tinggi dibandingkan beras putih. 

Sehingga, ini bisa untuk pemenuhan gizi masyarakat Surabaya. Termasuk, bagi antisipasi bayi stunting yang saat ini juga tengah digalakan Pemerintah Kota. 

Untuk mengembangkan proyek ini, Pemkot memilih Kecamatan Karangpilang di tahap awal. Menurutnya, tidak semua lahan di Kota Pahlawan bisa untuk menanam beras merah

Selain itu, petani di Kelurahan Kedurus juga telah mencoba mengembangkan beras ini dan dinyatakan berhasil. "Kedurus menjadi salah satu percontohan," katanya. 

"Sebelumnya, mereka telah berinovasi di bak dan ternyata berhasil. Setelah pembinaan, ditindaklanjuti DKPP, maka dilakukan penanaman. Alhamdulillah, pada pagi hari ini berhasil panen," katanya. 

Selain menginisiasi program, Pemkot juga memberikan intervensi berupa penyiapan bibit, pembinaan, penyuluhan hingga pelatihan pemasaran. "Ke depan, setelah pasarnya jelas, tentu ini akan tularkan untuk diperluas ke kawasan lain," katanya. 

"Bagi masyarakat sekitar, ini bisa ditingkatkan menjadi tempat wisata dan edukasi. Sehingga bisa menyejahterakan warga Surabaya, khususnya Karangpilang," katanya. 

Hasil sebanyak itu ditanam di sawah seluas 1.500 meter persegi. "Kami baru berani menanam di lahan seluas ini. Seharusnya, bisa mencapai 2.500 meter persegi," kata Ketua Kelompok Tani Kedurus Subur, Miskan ditemui di tempat yang sama. 

"Kami gunakan benih sebanyak 15 kg. Sebenarnya, kami masih khawatir dengan kondisi lahan yang sedikit basah, sehingga baru di sedikit lahan," katanya. 

Dengan luas tanam sebesar itu, pihaknya menyebut hasil panen bisa mencapai 1,2 ton gabah kering. "Ketika jadi beras, tinggal 70 persen (dari berat gabah)," jelasnya. 

Terkait dengan pemasaran, pihaknya menjelaskan bahwa telah ada pihak yang memesan. "Sudah ada yang nawar, Rp15 ribu perkilo. Berupa beras layak konsumsi," katanya.

Menurutnya, mengembangkan beras merah relatif mudah karena nyaris sama dengan beras putih. "Dibandingkan beras putih, perawatan beras merah lebih mudah. Misalnya, penggunaan insektisida yang lebih sedikit dan masa panen juga relatif sama, 120 hari," katanya. 

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) ikut memberikan perhatian. "Di Kecamatan Karangpilang, ada yang menanam tanaman holtikultura dan tanaman pangan," kata Penyuluh Pertanian Kecamatan Karangpilang Yusuf Indra Suryono. 

"Kami membina dua kelompok. Kedurus Subur mengurus pangan, ada lagi urban Farmer untuk budidaya magot dan ikan," lanjutnya. 

Sebelum menanam beras merah, petani di kawasan ini biasanya menanam beras varietas Ciherang. "Untuk tahap awal, kami tawarkan kepada kelompok untuk menanam 15 kg," katanya. 

"Setelah berhasil dan mendapatkan pasar tentu ini bisa dikembangkan. Bahkan, kalau bisa merubah Veritas Ciherang menjadi beras merah. Kalau mau, kami tanam beras hitam ke depannya," pungkasnya. (bob) 


(Bobby Constantine Koloway)

Ikuti kami di
KOMENTAR
1837 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved