Delapan Pelaku IKM Kota Kediri Telah Kantongi Sertifikat Halal

Delapan IKM pemilik sertifikat halal tersebut,  Rumangsa, Batik Wecono Asri, Sambel Gomber, Griya Mayasari, Ayunda Food, UD Rasa Mana, Andes

Editor: sulvi sofiana
SURYA/DIDIK MASHUDI
Kegiatan Penyerahan Sertifikat Halal pada IKM Kota Kediri. 

SURYA WIKI, Surabaya - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri mendukung pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) untuk meningkatkan nilai produk yang dihasilkan.

Upaya itu dilakukan melalui fasilitasi sertifikasi halal untuk produk IKM secara cuma-cuma. Terbaru 8 pelaku IKM telah mengantongi sertifikat halal dalam Kegiatan Penyerahan Sertifikat Halal pada IKM Kota Kediri.

Delapan IKM pemilik sertifikat halal tersebut,  Rumangsa, Batik Wecono Asri, Sambel Gomber, Griya Mayasari, Ayunda Food, UD Rasa Mana, Andes, serta Prima Boga Surya Cemerlang.

Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH), semua produk makanan wajib mencantumkan sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di bawah Kementerian Agama. 

Regulasi tersebut merupakan suatu langkah yang ditempuh pemerintah dalam melindungi konsumen, sekaligus sebagai pemantik daya saing bagi produsen. 

Kepala Disperdaging Kota Kediri Tanto Wijohari menyampaikan pada 2022 menargetkan 100 IKM akan mendapatkan sertifikat halal. 

“Tidak semua IKM mendapatkan logo halal, ada pengecualian untuk produk-produk tertentu. Seperti tahu takwa dan tenun yang membutuhkan hak paten. Hak paten itu hak produksi yang sudah diakui Indonesia maupun dunia bahwa tahu takwa dan tenun milik Kota Kediri,” jelas Tanto, Rabu (26/1/2022).

Dijelaskan, ada angin segar dari Kementerian Keuangan serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait penurunan biaya sertifikasi produk halal.

Di samping itu masa berlakunya bertambah dari dua tahun menjadi empat tahun. Selain sertifikasi halal, Pemkot Kediri akan membantu memfasilitasi mulai dari kepengurusan NIB hingga hak paten merk.

Menurut Tanto, jaminan halal diperlukan bagi semua produk guna mendorong kemajuan IKM. Persyaratan pengajuan sertifikasi halal yakni dengan melampirkan CV penanggungjawab produk halal kemudian mengisi formulir yang telah disediakan Pemerintah Provinsi dengan proses assessment kurang lebih satu bulan setelah dilakukannya survei.

“Sebenarnya IKM yang mengajukan sertifikasi halal banyak, tetapi setelah dicek kelengkapan berkas masih banyak yang tidak memenuhi. Tahun ini sosialisasi diselenggarakan di awal supaya ada waktu untuk melengkapi berkas.

Terkait produk makanan kami berkoordinasi dengan Dinkes, sedangkan perizinan dengan DPMPTSP,” ujar Tanto.
Sementara Edi Dharmasto, Kepala DPMPTSP menyebutkan perizinan di era sekarang semuanya berbasis digital, sehingga bisa cepat, tepat, dan  transparan. 

“DPMPTSP mendukung kepada UMKM untuk memenuhi persyaratan perizinan. Jadi yang belum ada izin, seperti NIB monggo mengurus saja, karena nanti kalau sudah ada NIB banyak keuntungan-keuntungan yang diperoleh pelaku usaha,” jelasnya.

Sementara Novianti, pemilik usaha Sambel Gomber mengaku Pemkot Kediri sangat membantu pengusaha IKM dalam memperoleh perizinan, seperti izin halal, HAKI, merek, P-IRT, dan NIB.

 “Saya berharap setelah mengantongi sertifikat halal ini marketnya lebih luas lagi, lebih bisa dikonsumsi oleh masyarakat dalam kota, luar kota, bahkan luar provinsi,” ungkapnya. 

Selain owner produk makanan, campur tangan pemerintah dalam pengajuan sertifikasi halal juga dirasakan oleh pelaku usaha non-makanan. 
Seperti diungkapkan Nunung, owner Batik Wecono Asri menjelaskan fasilitasi batik halal merupakan program baru.

 “Mulai ada halal untuk kain itu tahun 2019, jadi kita benar-benar menyambut dengan senang hati. Karena dengan adanya batik halal itu ada nilai plus tersendiri,” jelasnya.

(Didik Mashudi)

Ikuti kami di
KOMENTAR
1861 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved