Tambah Tiga Guru Besar, ITS Kini Miliki 148 Profesor

Profesor yang dimiliki oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember kini genap berjumlah 148 orang, dengan bertambahnya lagi tiga orang profesor bar

Editor: sulvi sofiana
Humas ITS
Tiga profesor baru ITS bersama jajaran pimpinan ITS dan Dewan Profesor ITS usai pembacaan orasi ilmiah pengukuhan 

SURYA WIKI, Surabaya - Profesor yang dimiliki oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kini genap berjumlah 148 orang, dengan bertambahnya lagi tiga orang profesor baru.

Ketiga profesor baru ITS tersebut berasal dari tiga bidang ilmu berbeda sekaligus, yaitu dari Departemen Teknik Elektro, Departemen Kimia, dan Departemen Teknik Fisika yang dikukuhkan secara resmi di Gedung Research Center ITS, Selasa (15/3/2022). 

Dalam prosesi pengukuhan yang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Profesor (DP) ITS Prof Dr Ir Imam Robandi ini digelar secara hybrid. Prosesi digelar secara luring dengan dihadiri beberapa pimpinan tinggi ITS dan masing-masing keluarga dari ketiga profesor baru tersebut.

Sedangkan kerabat, kolega, dan sivitas akademika ITS bisa mengikuti siaran langsung prosesinya yang disiarkan melalui kanal YouTube ITSTV.

Orasi ilmiah diawali oleh Prof Dr Eng I Made Yulistya Negara ST MSc dengan topik peneltian bertajuk Karakteristik Corona Discharge sebagai Deteksi Dini Kerusakan Peralatan Sistem Energi Listrik. “Sistem peralatan elektrik untuk transmisi energi listrik membutuhkan bahan isolasi sebagai pemisah bagian bertegangan dan tidak bertegangan,” jelas dosen Departemen Teknik Elektro ITS yang dikukuhkan sebagai profesor ke-146 ITS ini.

Bahan isolasi yang juga disebut bahan dielektrik ini sangat rentan terhadap medan listrik lokal. Salah satu penyebab medan listrik lokal yang tinggi ialah ketidakmurnian dan cacat pada bahan isolasi yang akan menimbulkan fenomena partial discharge (PD). Fenomena PD yang terjadi pada dielektrik gas inilah yang disebut dengan corona discharge. “Corona discharge ini perlu dideteksi sedini mungkin untuk menghindari kegagalan bahan dielektrik pada peralatan elektrik,” ungkap lelaki kelahiran Negara, Bali 1970 ini.

Berikutnya dilanjutkan oleh Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD. Dosen Departemen Kimia ITS ini membawakan orasi ilmiah bertema biodegradasi limbah dengan tajuk Peran Jamur Pelapuk Kayu sebagai Agen Pendegradasi Limbah Industri. “Limbah pewarna sintetis merupakan senyawa stabil yang sulit terdegraAdasi di alam dan mampu membahayakan kesehatan manusia bila terhirup,” tutur lelaki asal Surabaya ini.

Profesor ke-147 ITS ini menjelaskan salah satu metode pengolahan limbah pewarna yang efektif ialah dengan biodecolorization dengan menggunakan organisme (jamur dan bakteri) sebagai agen penghilang warna. Metode ini menawarkan metode yang aman, efisien, dan ekonomis. “Jamur pelapuk kayu jenis pelapuk coklat memiliki sistem yang lebih cepat dan efektif untuk mendegredasi polutan organik dibandingkan jamur lain,” tambah alumnus Departemen Kimia ITS ini.

Orasi ilmiah diakhiri oleh Prof Totok Ruki Biyanto ST MT PhD dengan orasi berjudul Peran Optimasi dan Pengendalian Proses dalam Mensukseskan Pembangunan Manusia dan Alam Hijau Berkelanjutan di Indonesia. “Pengendalian dan optimasi proses merupakan aksi mencapai kinerja dan keuntungan terbaik dalam pembangunan manusia, namun tetap menjaga kelestarian alam,” ucap dosen Departemen Teknik Fisika ITS ini.

Lebih dalam, profesor ke-148 ITS ini menyampaikan bahwa peran optimasi dan pengendalian dalam praktik hijau mampu meningkatkan keekonomisan dan profibilitas. Beberapa industri menerapkan praktik hijau sekedar pemenuhan persyaratan hukum. Nyatanya, optimasi praktik hijau dan keuntungan ekonomi sangat berhubungan erat.

“Penelitian berfokus pada pengurangan bahan kimia, pengembangan produk yang lebih ramah lingkungan, serta menghasilkan profit maksimum,” terang kepala Laboratorium Instrumentasi, Kontrol, dan Optimasi Departemen Teknik Fisika ITS ini.

Pada prosesi pengukuhan ini, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng turut memberikan ucapan selamat kepada tiga profesor yang baru saja dikukuhkan. Rektor yang kerap disapa Ashari ini berharap lahirnya profesor di ITS dapat terus meningkat dan inovasi di ITS dapat semakin bertumbuh. “Semoga gelar baru ini mampu memberikan manfaat bagi keberlangsungan hidup manusia dan terus memajukan kemanusiaan,” tuturnya penuh harap.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1897 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved