Halloween

Asal Muasal Labu Jadi Simbol Perayaan Halloween

Halloween identik dengan buah labu yang diukir menyerupai wajah seram. Bagaiaman asal muasal buah labu ini menjadi simbol Halloween?

Penulis: Akira Tandika
Editor: eben haezer
ist/tribunnews
Ilustrasi labu Halloween. 

SURYAWIKI, SURABAYA - Menjelang minggu-minggu terakhir bulan Oktober, biasanya dekorasi di tempat umum atau bahkan rumah, menjadi agak sedikit gelap dan menyeramkan. Bila tanda-tanda ini sudah muncul, berarti perayaan Halloween sudah makin dekat.

Meski Halloween sebetulnya bukan budaya asli dari Indonesia, namun perayaan ini biasanya digunakan sebagai hiburan dan tema spesial untuk event akhir Oktober.

Selain membawa suasana yang gelap dan menyeramkan, pada perayaan Halloween juga sering ditemukan hiasan labu dengan gambaran muka yang menyeramkan. Biasanya, labu ini dijuluki sebagai Jack O'Lanterns.

Dilansir dari history.com, dekorasi labu dengan muka menyeramkan dan disinari lilin itu sebenarnya berasal dari Irlandia. Namun, rakyat Irlandia dulunya tidak menggunakan labu, melainkan lobak besar dan kentang.

Sementara nama Jack O'Lanterns, berasal dari cerita rakyat Irlandia tentang seorang pria yang dijuluki sebagai Stingy Jack.

Lalu bagaimana tradisi "labu" ini bisa begitu dikenal dunia? Ini karena imigran Irlandia yang membawa tradisi itu ke Amerika, dengan beberapa perubahan hingga menjadi bagian tak terpisahkan dari Halloween.

Legenda Stingy Jack

Masyarakat telah membuat Jack O'Lanterns untuk perayaan Halloween selama berabad-abad. Awalnya, rakyat Irlandia mengambil nama Jack O'Lanterns dari sebuah mitos tentang seorang pria yang dijuluki sebagai Stingy Jack.

Menurut cerita, Stingy Jack mengajak iblis untuk minum bersama. Namun di akhir jamuan itu, Stingy Jack tidak mau membayar minuman mereka. Sehingga ia meyakinkan sang iblis untuk berubah menjadi koin untuk membayar minuman mereka.

Setelah iblis berubah, Stingy Jack menyimpan koin tersebut ke sakunya berdampingan dengan salib perak. Hal ini ia lakukan untuk mencegah sang iblis kembali ke wujud aslinya.

Tipuan-tipuan yang dilakukan Jack terus berulang sesaat setelah dia membebaskan sang iblis. Hingga pada akhirnya Jack meninggal dunia.

Menurut legenda, tipuan yang dilakukan Jack itu membuatnya menjadi sosok menyebalkan, sehingga Tuhan tidak ingin dia masuk ke surga.

Akibat dari perjanjian yang Jack lakukan bersama iblis agar tidak membawa jiwanya masuk ke neraka, maka dia dikirim ke malam yang gelap dengan batu bara sebagai penerangnya.

Jack dipercaya memasukkan batu bata ke dalam lobak yang telah diukir dan melakukan perjalanan ke seluruh bumi dengan bekal tersebut.

Sejak saat itu, rakyat Irlandia menyebut sosok hantu tersebut sebagai "Jack of the Lantern" atau yang lebih akrab disebut "Jack O'Lantern"

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved